Catatan Mudik Idul Fitri 2016: Cilacap-Tegal-Kutoarjo (I)

14 Jul

Mudik lebaran idul fitri  bisa dikatakan tradisi yang setiap tahun terjadi. Mudik ke kampung halaman  pada saat Hari Raya idul fitri untuk Silaturahmi ke keluarga dan kerabat, mudik  bisa dikatakan suatu keharusan  setiap orang yang merantau ke kota besar. Sehingga meskipun memerlukan biaya yang cukup besar, tradisi mudik tetap dilakukan ketika momen hari raya idul fitri.

Berbagai jenis transportasi digunakan untuk pulang ke kampung halaman, baik darat, laut maupun udara. Dari ketiga jenis transporasi tersebut, transportasi darat yang banyak terjadi kemacetan. Untuk transporasi laut dan udara terbilang cukup lancar dan tepat waktu.

Kereta Api merupakan jenis Alat transportasi darat yang paling lancar, sehingga menjadi pilihan favorit untuk pemudik. Meskipun untuk mendapatkan tiketnya harus pesan terlebih dahulu beberapa bulan sebelumnya.

Mudik Lebaran 2016 banyak disorot mengenai  kemacetan yang parah di Brebes. Dimana banyak kendaraan bermotor khususnya mobil yang lewat Tol Cipali akan keluar di Pintu Tol Brebes Timur (Brexit) terjebak macet karena volume kendaraan tidak sebanding dengan pintu Tol dan jalur arteri dengan jumlah kendaraan yang lewat. Terjadi kemacetan bisa sampai 30 km sehingga pemudik terjebak macet puluhan jam dan tidak bisa bergerak.

Kemacetan yang terjadi khususnya di jawa tengah tidak hanya terjadi di Brebes, kalau kita lihat di TV maupun surat kabar,  kemacetan merata di jalur mudik baik jalur selatan maupun utara meskipun tidak separah di Brebes, misalkan jalur selatan terjadi kemacetan di Cimanggu Majenang, Buntu, Sumpiuh, Kutoarjo dll. Untuk jalur utara banyak terjadi kemacetan di Tegal, Pekalongan.

Lebaran tahun ini penulis mudik dari Cilacap ke dua tempat yaitu Tegal dan Kutoarjo, meskipun penulis mudiknya  tidak hanya pada saat lebaran saja, namun mudik lebaran tetap membutuhkan konsentrasi dan perhitungan yang matang agar lancar di perjalanan. Mudik pertama ke Tegal dengan jalur Cilacap, Wangon, Ajibarang, Bumiayu, Margasari, Slawi, Tegal. Hampir semua jalur tersebut rawan macet.  Mudik ke dua adalah dari Tegal, Slawi, Margasari, Bumiayu, Ajibarang, Purwokerto, Sokaraja, Buntu, Sumpiuh, Kebumen, Kutoarjo. Jalur ini juga rawan macet.

Untuk mudik tahun ini sengaja penulis lewat jalur utama dengan berbagai pertimbangan, namun demikian penulis tetap mengantisipasi lewat jalur alternative jika terjadi kemacetan yang parah. Meskipun lewat jalur utama namun waktunya di malam hari sampai  dini hari untuk menghindari kemacetan yang diakibatkan oleh  pemudik motor, pasar tumpah dll . Banyak tempat yang penulis lewati masih sepi dan lancar, dapat di bayangkan jika di siang  hari tempat tersebut sudah macet dan susah di lewati.

Dalam tulisan kali ini penulis menampilkan foto foto sepanjang perjalanan selama mudik.Dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang jalan yang dilalui, meskipun rawan macet namun pada waktu dan hari yang beda lalu lintas di jalan tersebut bisa lancar

Perjalanan di mulai dari Cilacap pukul 21.30 WIB, sepanjang perjalanan melintasi jalan Jeruklegi Wangon Ajibarang, jalannya masih sepi belum terlihat kepadatan yang berarti. Setelah lepas Ajibarang mulai terlihat kepadatan lalu lintas, namun masih lancar dengan kecepatan di atas 40 km/jam. Sebelum sampai Pekuncen berhenti sebentar di SPBU untuk mengisi BBM full. Memasuki Bumiayu ternyata masih lancar, tidak lewat kota tapi lewat jalur lingkar lancar. Bayangan penulis di jalur lingkar Bumiayu  macet seperti mudik tahun kemarin, mungkin karena jam 11 malam lalin lancar.

Memasuki Kalisalak kendaraan mulia padat kembali namun masih lancar. Beberapa kali agak tersendat karena ada perlintasan kereta api. Setelah masuk Margasari mulai tersendat sendat dan akhirnya macet mulai dari Tonjong, Prupuk sampai Klonengan . Butuh 2 jam untuk lepas dari kemacetan. Selepas rel KA di Klonengan mulai lancar, namun arus sebaliknya macet. Selepas pasar Margasari lalin sudah lancar dan cukup lengang sehingga kendaraan bisa melaju 70 – 100 km/jam.

1. In_prupuk

Gb. Macet di Prupuk Margasari, arus sebaliknya dari Brebes menuju Bumiayu lengang karena tertahan di Klonengan.

Memasuki Slawi sekitar jam 3.30  pagi arus lalin lancar, seandainya siang hari tentunya padat dan macet. Akhirnya sampai tujuan di Tegal jam 4 pagi.  Cilacap Tegal  biasanya 4 jam, namun karena macet maka butuh waktu 6,5 jam.

2. In_dampyak

Gb. Arus Lalin di Pantura memasuki Kabupaten  Tegal

3. In_dampyak2

Gb. Antrian kendaraan di SPBU Pantura Dampyak Tegal

4. In_dampyak1

Gb. Arus Lalin di Pantura memasuki Kabupaten  Tegal

Berita kemacetan di Brebes begitu banyak di ekspos di media elektronik, maupun media masa. Penulis sempat jalan jalan di pantura di depan SUPM sampai SPBU Dampyak. Tampak arus kendaraan dari Brebes melaju tersendat-sendat. Tampak juga antrian mobil yang akan mengisi BBM.  Arus kendaraan meluber sampai menggunakan arus jalan yang menuju ke Brebes.

5. In_sta Tegal

Gb. Stasiun Kerata Api Tegal, Jam 4 pagi

(Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: