Catatan Mudik Lebaran 2014 Melintasi jalan Alternatif Purwokerto-Purbalingga-Pemalang-Tegal dan Cilacap-Kebumen-Kutoarjo Menghindari Kemacetan Arus Lalu Lintas

5 Agu

GALERY FOTO INSTAGRAM

Hari Raya Idhul Fitri 2014 M atau 1435 H sudah berlalu, namun seperti lebaran sebelumnya, kemacetan arus lalu lintas hampir merata di semua jalur mudik. Hal ini karena terjadi sebagian besar perantau melakukan perjalan mudik secara bersama-sama dalam satu waktu yang bersamaan, sehingga jalan raya tidak sangup menampung jumlah kendaraan yang melintas. Penulis percaya jika mereka yang terjebak macet di jalan raya sebenarnya tahu caranya agar tidak mengalami hal tersebut. Namun karena kesempatan dan waktu yang tidak memungkinkan, sehingga mau tidak mau atau suka tidak suka mereka mengalami hal tersebut.

Kita semua tahu untuk menghindari kemacetan di jalan raya yang mengakibatkan terbuangnya waktu dan biaya di perjalanan, ada beberapa cara diantaranya:
1. Menggunakan transportasi Udara/ Pesawat dan menggunakan Kereta Api. Namun karena alasan biaya, tidak mendapat tiket/karcis, atau tempat tujuan yang tidak memungkinkan (tidak ada jurusan angkutan ke daerah yang di tujuan) sehingga tidak bisa menggunakan alat transportasi tersebut.
2. Melakukan Mudik lebih awal dan Balik lebih lambat dengan kata lain di luar H-7 dan H+7. Keinginannya seperti itu namun karena jatah liburnya yang terbatas dan tidak dapat di tawar-tawar, maka mengikuti aturan yang berlaku.

Dari pengalaman Lebaran Idhul Fitri yang sudah berlalu, maka jika melakukan mudik pada waktu libur /cuti bersama lebaran dan melewati jalur utama maka dapat di pastikan mengalami kemacetan yang di akibatkan oleh adanya persimpangan Kereta Api, SPBU, Rumah makan/Rest Area, Kecelakaan atau karena factor alam. Hal tersebut di akibatkan oleh banyaknya kendaraan yang melintas secara bersama-sama.

Bagaimana caranya untuk menghindari kemacetan atau paling tidak tidak terjebak dalam kemacetan yang parah? Jawabannya adalah lewat jalan alternative, namun perlu informasi dan kejelian dalam memilih jalur alternative yang akan di lewati. Karena jalur alternative tidak menjamin 100 % tidak terjadi kemacetan dan fasilitas yang minim.

Lebaran 2014 Jalur Tegal arah Bumiayu Ajibarang Wangon atau Purwokerto Macet cukup parah, selain itu arah Wangon, Sampang Buntu sampai Kebumen juga macet. Hal tersebut di samping banyaknya kendaraan yang melintas, juga karena jembatan comal di Pemalang sedang mengalami gangguan/kerusakan sehingga kendaraan yang melintasi jembatan tersebut di batasi. Efeknya jalur selatan semakin padat.

Kebetulan Penulis mudik dari Cilacap ke Tegal, untuk mengindari jalur tersebut Sabtu 26 Juli penulis berangkat dari Cilacap melewati jalur Rawalo-Patikraja-Gunung Tugel-Lewat jalur luar Purwokerto/Terminal-Sokaraja-Purbalingga Kota -Bobotsari-Randudongkal/Pemalang-Jatinegara-Slawi-Tegal.

cilacap-pwt
Peta Jalur Cilacap Purwokerto

notog
Arus Lalu Lintas di Notog pada H-2

Alkhamdulilah lancar, sepi dan jalannya bagus, apalagi jalur Bobotsari Randudongkal sepi dan seolah-olah tidak ada pemudik yang lewat. Sehingga kesan mudik tidak terlihat. Jalur yang agak menantang adalah Jatinegara-Slawi, karena lewat hutan yang jalannya naik turun dan berkelok-kelok, namun selama di perjalanan masih berpapasan dengan minibus. Artinya jalur tersebut bisa di lewati kendaraan tersebut apalagi mobil pribadi.

pwt-prblg
Peta Jalur Purwokerto-Purbalingga

masjid_chengho
Masjid Muhammad Ceng Hoo di Pinggir jalan alternatif Purbalingga-Bobotsari

bobotsari_randudongkal
Peta Jalur Purbalingga-Randudongkal

cacaban
Arus lalu lintas di Jalan Raya Barat Waduk Cacaban pada H-2

randudongkal_slawi
Peta Jalur Randudongkal – Slawi lewat jatinegara

Hari Rabu / H+2 Penulis Balik ke Cilacap lewat Jalur utama Tegal Bumiayu Ajibarang Wangon Cilacap, Meskipun belum macet namun padat merayap. H+3 / Kamis penulis lanjut Mudik Ke Kutoarjo, dari cilacap lewat Kroya-Nusawungu-Gombong- Karanganyar-Kebumen-Kutoarjo. Padat Merayap. Ketika Hari Sabtu/H+5 penulis balik ke Cilacap setelah melewati kota Kebumen langsung ambil kiri lewat selatan Karanganyar dan Gombong tembus Buayan lewat perbukitan dan tembus Nusawungu Kroya Adipala Cilacap, Meskipun padat namun masih cukup lancar.

demangsari1
Jalan Alternatif di Timur Pasar Demangsari pada H+3

buayan2
Arus lalulintas melewati perbukitan di Kecamatan Buayan Kebumen

Sabtu Minggu /H+ 5 & 6 jalur Kebumen Sampang Wangon Ajibarang Bumiayu macet parah, sebenarnya ada jalur Alternatif untuk mengindari jalur tersebut. Jika Arahnya dari Purworejo ke Pantura maka dapat lewat Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Tegal.
Namun Jika arahnya ke Bandung dari Kebumen bisa lewat jalur Deandels atau lewat Buayan Nusawungu, Cilacap, Sidareja, Cipari, Wanareja masuk jalur utama Selatan arah Bandung.

Jalan alternatif di pilih jika ingin menghindari kemacetan, namun tentunya ada konsekuensinya yaitu jalan lebih sempit, fasilitasnya yang minim, jarak bisa lebih jauh, penerangannya kurang serta minim rambu lalu lintas. Sehingga membutuhkan persiapan yang matang untuk melintasi jalan alternatif, namun jika semua di nikmati akan terasa lebih nyaman dan terasa ada sesuatu yang baru khususnya bagi Anda yang mempunyai jiwa petualang

Satu Tanggapan to “Catatan Mudik Lebaran 2014 Melintasi jalan Alternatif Purwokerto-Purbalingga-Pemalang-Tegal dan Cilacap-Kebumen-Kutoarjo Menghindari Kemacetan Arus Lalu Lintas”

  1. nissan maxima sport Juni 16, 2016 pada 7:16 am #

    Lengkap pak informasinya,,, salam kenal dari anak kta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: