ORANG PANDAI KALAH BERSAING DENGAN ORANG BERUNTUNG …? (wong pinter kalah karo wong bejo…?)

9 Feb

Setiap orang berbeda-beda dalam mensikapi pekerjaan/profesi yang sedang dijalani saat ini, Jika menggunakan falsafah ‘menenggok keatas’ tentunya merasa kekurangan di bandingkan dengan orang yang penghasilannya /karirnya lebih bagus, tetapi jika ‘menenggok ke bawah’ maka masih banyak orang yang nasibnya kurang beruntung.

Secara teori berapapun besarnya penghasilan seseorang, namun jika masih menuruti hawa nafsunya maka masih kekurangan. Sebaliknya kurang beruntungnya seseorang tentunya masih ada orang yang masih lebih kurang beruntung. Terus harus bagaimana mensikapi hidup ini…? Apakah tidak boleh menenggok ke atas dan harus menenggok ke bawah agar terus bisa mensyukuri hidup ini.

Hidup banyak pilihan dan setiap orang bebas menentukan pilihannya, namun tentunya kita bisa banyak belajar dari kehidupan dan orang yang pernah hidup,karena hidup di dunia hanya sekali. Ada pepatah , ‘sholatlah dengan khusuk seolah-olah engkau akan mati besok dan bekerjalah dengan giat seolah-olah engkau akan hidup 1001 tahun lagi’. Dari pepatah tersebut muncul ungkapan ‘tengoklah ke atas tapi jangan lupa untuk menengok ke bawah’.

Menengok kebawah akan menumbuhkan rasa syukur dengan apa yang sudah dimiliki dan diraih dibandingkan dengan orang lain yang kurang beruntung, dan menenggok ke atas akan menumbuhkan semangat untuk meraih kehidupan yang lebih baik seperti orang-rang yang lebih dulu success. Semangat untuk terus bekerja giat berawal dari rasa syukur atas apa yang sudah dimiliki.

Pepatah ‘hari ini lebih baik daripada kemarin dan besok lebih baik daripada hari ini’ sepertinya pepatah yang tidak asing dan biasa terdengar, namun tidak mudah dalam penerapannya. Inginnya seperti itu namun fakta berkata lain, meskipun sudah berusaha maksimal. Ada yang mengatakan bahwa gagal tidak ada selama masih terus mau berusaha.

Kadang dalam hati kecil muncul pertanyaan mengapa orang lain lebih beruntung di bandingkan dengan saya, jika kesuksesan di pandang dengan pepatah ‘orang pandai kalah dengan orang beruntung’ maka sukses menjadi sesuatu yang misteri di mana kata sukses erat kaitannya dengan istilah ‘pulung’, ‘wangsit’ ,’tirakat’ atau justru sukses tidak jauh dengan uang dan nepotisme.

Jika penulis membaca kisah orang-orang sukses, ternyata sukses berawal dari kerja keras di sertai kegagalan beruang kali, jatuh bangun serta pantang menyerah terus berusaha, selain itu keberanian bertindak/action, pandai membaca peluang dan terus berinovasi. Mungkin kita hanya tahu jika sesorang sukses, tapi apakah kita tahu apa yang dikerjakan selama 24 jam dalam sehari, tujuh hari selama seminggu dan seterusnya.

Intinya kesuksesan tidak semudah membalik telapak tangan, serta bukan barang yang tiba-tiba jatuh dari langit/pulung. Butuh niat, persiapan, perjuangan, semangat pantang menyerah, trik strategi dan doa serta sabar untuk meraihnya, ARE YOU READY ??? (by ngangkasi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: