Belajar dari Pengalaman Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran Idhul Fitri

15 Sep

Belajar dari Pengalaman Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran Idhul Fitri
Mudik Lebaran merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu di tunggu oleh para perantau di daerah lain, karena dengan mudik perantau dapat merayakan lebaran di kampung lebaran. Setelah mudik dan merayakan Lebaran, maka selanjutnya kembali ke tempat kerja atau di kenal  arus balik. Arus mudik dan arus balik lebaran biasanya ramai dan padat pada H-7 s-d H+ 7.  Sehingga dapat di bayangkan betapa ramainya situasi lalu lintas, hal berimbas pada naiknya biaya mudik dan balik serta tersendatnya transportasi.

Macet,suatu situasi yang sulit di hindari oleh para pemudik yang menggunakan transportasi darat khususnya kendaraan roda empat atau roda dua. Hampir semua kota terjadi kemacetan, misalnya di POM Bensin, Pasar, persimpangan, rumah makan, obyek wisata dll. Yang menjadi pertanyaan mengapa terjadi kemacetan? Secara sederhana sebenarnya mudah di jawab, yaitu banyaknya kendaraan yang menggunakan jalan secara  bersamaan, sehingga daya muat jalan menjadi berkurang dan jika sudah tidak muat maka terjadi kemacetan.

Perjalanan yang lancar tentunya menjadi keinginan semua pemudik, namun karena semua tumpah ruah di jalan, maka macet tidak bisa di hindari. Salah satu solusi yang cukup efektif untuk menghindari kemacetan adalah dengan melewati jalan alternatif. Namun tidak sesederhana itu karena lewat jalan alternatif resikonya bisa tersesat atau salah jalan, di samping itu fasilitas di jalan yang minim (SPBU, Bengkel, Rumah makan, dll).

Persiapan yang matang, mungkin itulah kata kuncinya agar dapat mudik dengan lancar lewat jalan alternatif, jika kita renungkan apakah sebelum mudik sudah mempersiapkan  jalur alternatif mana yang akan kita lewati. Hal ini tentunya kita sudah mempelajari peta jalan utama dan jalur alternatif. Jalur utama mana yang rawan macet sehingga kita bisa lewat jalur alternatif. Bagaimanapun juga jalur alternatif bukan tujuan utama untuk di lewati, jika jalur utama macet makan lewat jalur alternatif. Tapi jika tidak paham jalur alternatif, apakah hanya pasrah terjebak  macet?

Berikut ini beberapa hal (pengalaman penulis) yang mungkin bisa membantu untuk kelancaran di jalan /menghindari kemacetan.

1.    Menyediakan Peta
Ada baiknya sebelum melakukan mudik/balik untuk mempelajari peta jalan yang akan  dilalui, khususnya jalur  alternatif. Peta dapat di dapatkan dari buku Peta atau ATLAS, untuk mengkomparasi/membandingkan  menggunakan peta  foto satelit yang tersedia di internet (google earth atau wikimapia.org). Untuk penggunaan foto satelit ada baiknya lebih hati-hati, meskipun citra gambarnya jelas, namun kadang tidak bisa membedakan antara jalan aspal atau berbatu. Hal ini terjadi karena pengguna / user bisa memasukkan gambar jalur jalan yang diketahui (khususnya di daerahnya).

2.    Bertanya pada Orang/Teman yang paham jalur yang kita lalui.
Pengalaman orang lain bisa sebagai petunjuk yang sangat berharga, sehingga ada baiknya sebelum melewati jalur alternatif lebih baik bertanya pada orang yang sudah pernah lewat jalur tersebut.

3.    Servis kendaraan
Kondisi  kendaraan yang prima sangat penting untuk melalui medan jalan yang mungkin kurang bagus atau dengan medan yang menantang, sehingga pastikan kendaraan dalam kondisi baik diantaranya ban, rem, lampu dll.

Jalur alternatif nampak lenggang, namun harus hati-hati dengan pengguna jalan lain

Berdasarkan pengalaman penulis ada beberapa hal yang perlu di perhatikan selama melewati  jalur alternatif, yaitu :

1.    Harus tahu arah mata angin
Arah mata angin yaitu kita mengetahui arah (utara, selatan, timur, barat dll), hal tersebut bisa di ketahui  dengan alat kompas. Selain itu juga dengan melihat arah matahari, namun jika diatas jam 10 s-d jam 14 agak sulit untuk membedakan arah. Satu hal lagi dengan memperhatikan kiblat masjid atau mushola. Untuk meminimalkan tersesat, maka  jika menemukan persimpangan jalan dan ragu mengambil arah mana, maka ambilah jalan yang menuju ke arah jalur utama, karena biasanya akan sampai di jalur utama.

2.    Cuaca bagus/cerah
Jika cuaca tidak mendukung/mendung dan hujan, maka pertimbangkan untuk lewat jalur alternatif, karena kadang kondisi di jalan tidak memungkinkan dan bisa membahayakan. Selain itu jika hujan jalur utama tidak terlalu macet.

3.    Waktu
Perlu pertimbangan yang matang untuk melalui jalur alternatif pada waktu sore atau menjelang malam, mengingat kondisi penerangan dan medan yang  sepi.

4.    Ajaklah teman
Ajaklah teman sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa saling membantu.

Demikian ulasan penulis, meskipun sederhana namun apa yang penulis ungkapkan merupakan pengalaman selama mudik dan balik. Meskipun kita sudah mempersiapkan jalur mudik alternatif yang akan di lalui, namun namanya jalur alternatif sehingga di lewati jika keadaan yang terjadi diluar rencana, jika jalur utama lancar tentunya lebih senang lewat jalur utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: