Kutoarjo, Purworejo : Bulan Juni – Juli

30 Jun

Dalam penanggalan Masehi, bulan Juni dan Juli merupakan bulan pertengahan tahun sehingga sudah enam bulan beranjak dari tahun berjalan dan menuju bulan ketujuh. Ada apa dengan bulan Juni dan Juli ?

Sekarang lagi ramai kampanye Capres dan Cawapres dan sesuai rencana pada tanggal 8 Juli diadakan penyontrengan / pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Namun dalam tulisan  dibawah ini tidak akan membahas topik tersebut karena momen itu bisa dikatakan kebetulan terjadi pada bulan Juni dan Juli. Apalagi Pemilu diadakan lima tahun sekali.

Pada bulan Juni dan Juli biasanya lagi musim kemarau, udara terasa dingin pada menjelang malam  sampai pagi hari, tanah mulai mengering dan retak-retak. Namun pada bulan tersebut biasanya belum terjadi kekeringan yang menyebabkan tanaman gagal panen khususnya padi. Tanaman masih hijau dan subur karena masih terdapat air di tanah dan sinar matahari cukup menyinari sepanjang hari. Meskipun demikian sebagian kecil wilayah pegunungan yang tandus sudah mulai merasakan dampak kekeringan, hal ini dirasakan dengan semakin mengecilnya debit mata air atau justru berhenti mengeluarkan air.

Sekarang lagi ramainya anak mendaftar ke sekolah, dari lulusan TK ke SD, lulusan SD ke SLTP, lulusan SLTP ke SLTA dan lulusan SLTA ke Perguruan Tinggi. Untuk pendafaran sekolah negeri mulai pada senin 29 Juni sampai dengan sabtu 4 juli , sedangkan sekolah swasta pendaftaran sampai menjelang masuk ajaran baru yaitu pertengahan bulan Juli.

Mulai senin terlihat ramai oleh anak-anak mendaftar ke sekolah, ada yang diantar atau rombongan dengan teman-temannya. Hal tersebut terlihat di  jalan raya karena banyak anak sekolah memakai seragam SD dan SLTP padahal sekarang lagi musim liburan sekolah.

Adapun perburuan sekolah juga terjadi pada Anak lulusan SLTA, mereka yang lulus dan mempunyai niat dan kemampuan finansial maka mendaftar ke Perguruan Tinggi. Ada yang berniat kuliah di Luar Kota dan justru ada yang tidak ingin kuliah di kotanya meskipun ada perguruan tinggi yang bagus dan sesuai bidangnya. Hal ini biasanya di dorong oleh sebab, misalkan merasa sejak SD sampai SLTA sekolah di kotanya, maka inginya kuliah di luar kota. Namun ada juga yang ingin mencari pengalaman di luar daerah. Tapi ada juga alasan ingin lebih modern jika kuliah di luar kota (Yogyakarta, Semarang, Purwokerto dll)

Bagi lulusan yang kuliah di Kotanya  biasanya memang kehendak orang tua yang tidak rela melepaskan anaknya pergi jauh, atau memang kehendak anaknya sendiri dan ada juga pertimbangan biaya. Karena dengan kuliah di Kotanya dapat menghemat biaya dan orang tua lebih mudah mengawasi, selain itu kuliah di luar kota tidak menjamin jika lulus langsung kerja.

Selain anak-anak yang mendaftar sekolah, sekarang ini lagi musim liburan sekolah sehingga anak yang naik kelas dapat menikmati liburan sekolahnya (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: