Suramadu, Lapindo, BLT dan Aceh : Klaim keberhasilan pada Kampanye Pilpres 2009

17 Jun

Belakangan ini suhu politik semakin memanas, apalagi jadual pemilihan presiden dan wakil presiden sudah semakin dekat. Masing-masing capres dan cawapres sibuk dengan agenda kampanye, tidak ketinggalan partai-partai pendukungnya. Selain itu para jajaran petinggi partai juga tidak kalah gesit dalam mendukung pasangan capres dan cawapresnya.

Memanasnya suhu politik ini diwarnai dengan pernyataan yang bernada ‘menyerang’ dan ‘menyindir’, hal tersebut justru pernah terjadi pada deklarasi kampanye damai yang diadakan oleh KPU secara bersama oleh ketiga pasangan capres dan cawapres, dimana pada acara tersebut terjadi insiden yang memojokkan salah satu capres.

Berbagai ‘dagangan’ politik yang ‘dijual’ oleh pasangan capres dan cawapres dalam masa kampanye ini, baik yang sifatnya keberhasilan maupun ‘kegagalan’. Hal ini terlihat menarik dan cukup ‘menggelikan’. Berbagai pernyataan keberhasilan dan menuduh kegagalan terlihat jelas baik di Televisi, Iklan dan berita-berita di media cetak.

Ada beberapa icon keberhasilan yang dilihat berhasil misalkan Jembatan Suramadu, jembatan ini menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura. Jembatan dengan panjang 5,4 km menarik para pasangan capres dan cawapres untuk mengklaim sebagai keberhasilannya. Selain itu BLT (Bantuan Tunai Langsung) meskipun masih menuai polemik namun karena banyak di respon baik oleh rakyak kecil dan miskin yang jumlahnya banyak, maka BLT juga di klaim sebagai keberhasilan oleh para capres.

Saat ini masih gencar iklan mengenai perdamain Aceh yang diklaim sebagai keberhasilannya salah satu capres, meskipun menuai protes oleh capres lainnya. Hal yang ironis adalah masalah Lapindo, bagamana dengan lumpur tersebut. Lumpur Lapindo di pandang sebagai kegagalan yang sangat memalukan. Siapa yang mengklaim dan menanggung kegagalan lumpur lapindo? Saling lempar, menuduh dan menyalahkan.

Pemerintahan sekarang merupakan pemerintahan Koalisi, sehingga menurut pengamat politik, suatu keberhasilan tidak bisa diklaim oleh salah satu pihak karena memang semua mempunyai perannya masing-masing. Namun yang menjadi pertanyaan adalah jika ada suatu kegagalan dalam pengambilan kebijakan sehingga mendatangkan kesengsaraan bagai rakyat, siapa yang paling bertanggung jawab, siapa yang disalahkan?, contoh dalam kasus lapindo, kepada siapa kesalahan di tujukan?

Satu hal yang menjadi renungan adalah jika Suramadu, Aceh dan BLT ternyata Gagal, apakah semua pasangan capres mau mengklaim sebagai penanggung jawab kegagalan? Atau justru saling melempar tanggung jawab? Atau mungkin tanggung jawab bersama ? (Anda yang nanggung, saya yang jawab)

Dalam masa kampanye yang masih tersisa, dimungkinkan masih ada icon-icon keberhasilan yang diklaim oleh salah satu capres. Namun bagaimanapun juga rakyat (rakyat yang mana?) bisa menilai mengenai pernyataan-pernyataan yang di sampaikan para capres dan cawapresnya. Jangan sampai ungkapan klaim keberhasilannya justru menjadi Bumerang yang menjatuhkan kredibilitas sehingga menggagalkan untuk terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden mendatang.

Kedewasaan berpolitik memang yang diharapkan, tengoklah bagaimana Presiden AS Barac Obama mengantar mantan presiden J.Bush ke pesawat ketika selesai pelantikan presiden AS terpilih. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah dua pasangan capres dan cawapres yang gagal terpilih tahun ini akan hadir jika diundang pada upacara pelantikan Presiden dan wakil Presiden terpilih? Atau ketika gagal terpilih langsung sibuk membuat jadual acaranya sendiri sehingga mempunyai alasan untuk tidak hadir jika diundang?

Bangsa Indonesia rindu melihat para pimpinan dan mantan pimpinan duduk bersama pada acara resmi negara, jangan sampai kampanye damai yang dihadiri ketiga pasangan capres dan cawapres hanya sebagai simbol kedamaian di bibir. Alangkah indahnya kedamaian yang terungkap ketika mengalami kekalahan.

Apakah semua pasangan capres dan cawapres siap kalah????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: