Pernikahan

12 Jun

Pernikahan merupakan tahap seorang pemuda dan gadis memasuki bahtera rumah tangga baru yang terikat sebagai pasangan suami istri dan tercatat secara resmi di KUA (Kantor Urusan Agama) sehingga pernikahan tersebut resmi secara hukum agama dan hukum negara.

Dalam pernikahan biasanya terdapat penghulu, wali pihak wanita (orang tua laki-laki atau saudara laki laki) kedua mempelai pria dan wanita, saksi-saksi. Ketika mau proses ijab qabul, penghulu membacakan biodata calon kedua mempelai lalu menanyakan kepada wali wanita apakah proses pernikahan mau dilakukan sendiri atau diwakilkan. Jika diwakilkan maka yang menikahkan biasanya penghulunya, tapi jika tidak maka yang menikahkan bisa orang tua/wali pihak wanita.

Ketika kedua mempelai di nikahkan maka mempelai pria mengucapkan ‘saya terima nikah dan kawinnya A binti B dengan mas kawin ….(biasanya seperangkat alat sholat)…. Di bayar tunai’ . Setelah mempelai pria mengatakan, maka penghulu menanyakan ke saksi apakah pernikahan ini sah (ucapan mempelai pria sudah benar), jika saksi menjawab belum sah maka proses di ulangi lagi, namun jika sah maka proses pernikahan selesai lalu di bacakan doa untuk kedua pasangan suami istri tersebut.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses ijab qobul(menikahkan) biasanya sekitar 15-20 menit tergantung kesiapan mempelai pria, jika belum siap dan grogi maka proses pernikahan berulang-ulang sehingga memakan waktu yang lama. Proses ijab qobul tersebut biasanya sama, namun tiap-tiap daerah kadang ada perbedaan dalam kemasannya, misalnya sebelum menikahkan kedua mempelai, penghulunya melakukan sedikit wawancara kepada pihak mempelai pria.

Proses pernikahan memang membutuhkan waktu yang relatif sebentar, namun membutuhkan persiapan yang biasanya lama dan biaya yang tidak sedikit. Hal ini tergantung resepsi pernikahannya. Sehingga persiapan pernikahan biasanya tertuju pada acara resepsi / pestanya.

Menikah sebenarnya tidak mahal, namun resepsi dan adat istiadat daerah yang kadang mempersulit dan membuat berat orang melangsungkan pernikahan. Namun pernikahan tanpa resepsi dan upacara adat seakan tanpa makna dan kenangan karena pernikahan bisa dikatakan sekali dalam seumur hidup. Memilih yang mana..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: