Manohara Odilia Pinot dan Kasus Perairan Ambalat

3 Jun

Penulis: Http://ngangkasi.wordpress.com

Dalam pergaulan dunia, Indonesia hampir tidak ada gejolak pertentangan dengan negara asing baik di Asia maupun benua lainnya. Sehingga Indonesai dapat menjalin kerjasama secara bilateral maupun multilateral. Di bandingkan dengan Korea Utara dan Korea Selatan yang saat ini masih mengalami ketegangan yang mengarah ke penyelesaian fisik di bandingkan secara diplomasi.

Namun ibarat kerikil yang masih menganjal adalah kasus perairan Ambalat, dimana telah terjadi pelanggaran wilayah oleh pihak Malaysia. Dalam setahun sudah terjadi belasan kali kapal perang Malaysia memasuki perairan Ambalat. Dalam kasus tersebut pihak Indonesia sudah meresponnya namun sejauh ini masih di tangani secara diplomasi.

Tindakan Malaysia memasuki perairan Ambalat seolah memprovokasi pihak Indonesia, satu tindakan yang sering terjadi seolah memancing dan mengetes sampai di mana keberanian dan kemampuan Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan wilayahnya.

Hal lain adalah kasusnya Manohara Odilia Pinot, meskipun kasus ini bisa dikatakan sebagai kasus rumah tangga wanita Indonesia dengan Pangeran Karajaan Kelantan Malaysia, namun jika melihat sikap dan pernyataan pihak kerajaan Kelantan terhadap peristiwa minggu 31 Mei di salah satu hotel di Singapura. Dalam kasus ini pihak kerajaan menuduh peristiwa tersebut di rekayasa Daisy Fajarani, ibunya Manohara, padahal menurut pihak kerajaan, Manohara memang di ijinkan bertemu dengan Ibunya dan memperbolehkan pulang ke Indonesia.

Pihak kerajaan menyangkal pernyataan Manohara mengenai penyiksaan yang di alaminya, bahkan Manohara di minta membuktikan dan di minta jangan hanya bicara. Karena menurut pihak kerajaan Kelantan pernyataan Manohara dan Ibunya adalah rekayasa mereka berdua.

Selain kasus Manohara, masih banyak kasus mengenai TKI dan TKW di negeri jiran, baik yang terungkap di media maupun yang ‘menguap’ tanpa di tercium media. Sehingga jika kita mau jujur sebenarnya sudah terlalu sering dan banyaknya ‘ganjalan’ dengan Malaysia baik yang berhubungan dengan batas wilayah (ambalat), TKI dan TKW.

Sebelum kita menuduh dan menyalahkan pihak lain, ada baiknya kita lihat ke dalam diri kita, negara kita. Suatu Negara tidak akan di hormati dan di segani jika negara tersebut memang tidak layak untuk di hormati dan disegani. Apakah bangsa Indonesia layak untuk disegani dan di hormati oleh negara tetangga? Tentunya banyak faktor yang menentukan, tidak hanya sistem persenjataan dan pertahanan, namun faktor lain yang ikut berperan adalah pemerintahan, politik, SDM dll.

Untuk menghadapi kasus kasus di atas diperlukan persatuan selurah warga negara Indonesia, persatuan dalam arti yang luas. Banyak hal yang membuat bangsa Indonesai belum bisa bersatu, misalkan konflik Pilkada, SARA , silang pendapat tentang Pemilu (DPT, Caleg, Surat Suara), suburnya Korupsi dll.

Satu Agenda yang sangat menentukan bangsa Indonesai lima tahun kedepan adalah Pemilu Presiden yang akan di adakan bulan Juli. Perlu kearifan semua pihak agar Pilpres dapat berlangsung dengan aman, tertib dan tidak menyisakan konflik yang dapat mengganggu kehidupan bangsa dan negara.

Jika Bangsa Indonesia masih bergelut dengan konflik internal maka tidak menutup kemungkinan kasus TKW, Manohara, Ambalat dll masih sering terjadi dalam bentuk lain sehingga dapat menjadi ‘duri dalam daging’

Satu Tanggapan to “Manohara Odilia Pinot dan Kasus Perairan Ambalat”

  1. sanai Juni 11, 2009 pada 3:51 pm #

    ganyang manohara, laskar merah putih( ganti jadi laskar manohara aja ya) n hotman paris( preman berkedok lawyer) , walau saya indonesia tp skrgn kerja di malaysia jadi ga tega ganyang malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: