Manohara Odilia Pinot dan Fenomena Gunung Es TKW Indonesia di Luar Negeri

2 Jun

Penulis : https://ngangkasi.wordpress.com

manohara2Minggu 31 Mei 2009 merupakan hari yang sangat membahagiakan khususnya bagi keluaraga Daisy Fajarini, dimana Wanita tersebut dapat bertemu dan membawa pulang ke Indonesia, putrinya Manohara Odilia Penot yang selama ini ikut suaminya Tengku Muhammad Fakhry.

Peristiwa pertemuan Manohara dengan ibunya di sebuah hotel di Singapura, diibaratkan sebuah cerita film yang penuh dengan adegan yang mendebarkan, ketakutan, lalu dengan ending yang membahagiakan. Selanjutnya dengan bantuan Kedubes Amerika dan Polisi Singapura serta pemerintah Indonesia maka Manohara dapat di bawa ke Indonesia sehingga berpisah dengan suaminya, putra mahkota kerajaan Kelantan, dan tentunya meninggalkan kehidupannya yang penuh dengan penderitaan dan keterasingan di lingkungan Kerajaan yang penuh kemewahan.

Kabar Manohara dan kehidupannya yang menderita di Negeri Jiran merupakan topik yang sempat hangat dan banyak dibicarakan baik di TV , media cetak serta internet khususnya Blog. Ketika Ibunya berjuang untuk bertemu dengan Manohara, mengalami kesulitan dan seolah pihak kerajaan Kelantan menghalangi komunikasi keduanya, sehingga dengan segala upaya Daisy sang Ibunda Mano berjuang sehingga sempat melontarkan pernyataan-pernyataan yang membuat ‘gerah’ pihak kerajaan Kelantan.

Sempat terjadi keraguan pada banyak orang bahwa Daisy dalam memperjuangkan anaknya seolah mencari sensasi dari pihak media, padahal di media terlihat foto dan video Manohara dalam keadaan yang baik dan nampak bahagia. Namun peristiwa pertemuan Ibu dan Putrinya, minggu 31 Mei menjawab teka-teki yang menyelimuti kasus Manohara.

Dari pernyataan Manohara bahwa hidupnya di Kerajaan Kelantan, di ibaratkan burung dalam sangkar emas meskipun tinggal dan hidup bersama suaminya sang pangerang Putra Mahkota kerajaan Kelantan Tengku Muhammad Fakhry. Banyak perlakuan-perlakuan suaminya kepadanya yang menyiksa lahir batin, dari kelainan seksual , sampai perlakuan kasar lainnya dan memutus komunikasi Manohara dari dunia luar termasuk keluarganya di Indonesia.

Peristiwa Manohara merupakan salah satu potret penderitaan wanita Indonesia di luar negeri khususnya Malaysia. Banyak sekali kasus-kasus TKW dan TKI yang hidupnya menderita, di siksa , tidak di bayar serta cacat fisik sampai meninggal. Belum termasuk kasus TKW yang tidak sempat terekspos media yang mungkin jumlahnya tidak sedikit.

Dari pengakuan Daisy dan Manohara bahwa mereka sudah meminta bantuan perwakilan Indonesia di Malaysia untuk membantu kasusnya Manohara, namun hasilnya belum memuaskan sampai terjadinya peristiwa di Singapura di mana Manohara ikut dalam rombongan kerajaann untuk berobat, selain itu keluhan atas pelayanan kedubes Indonesia di Singapura bahwa laporannya tidak di tanggapi segera dengan alasan hari libur .

Peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya posisi TKW di luar negeri, kepada siapa mereka mengadu permasalahan yang dihadapi di negeri orang. Mungkin banyaknya TKW yang harus dilayani sehingga tidak semua laporannya bisa di tangani segera, namun peristiwa Manohara bisa menjadikan potret bagaimana pelayanan perwakilan Indonesia di Luar Negeri.

Kasus Manohara sebaiknya tidak hanya di lihat dari pengalaman seorang istri di negara lain, namun di balik itu tersirat suatu pesan bagaimana nasib dan keadaan para TKI dan TKW di luar negeri, meskipun kasus yang dialaminya beda. Namun nasib yang dialami sama yaitu penderitaan.

Melihat dan mengalami sendiri penderitaan di negari Malaysia, membuat Manohara berkeinginan menjadi seorang aktivis, suatu niat yang patut di puji. Bagaimana dengan kita? (ngangkasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: