Manohara Odilia Penot : Antara Doa dan Perjuangan Ibu Serta Harga Diri dan Martabat Wanita

1 Jun

author : https://ngangkasi.wordpress.com

Setelah dua bulan berjuang dan berdoa dengan sekuat tenaga, maka akhirnya Daisy Fajarina, Ibunda Manohara Odilia Penot dapat bertemu dengan putrinya, peristiwa ini terjadi di negara Singapura, dimana pertemuan ini di bantu oleh, Polisi Singapura serta pihak Kedubes AS. Satu peristiwa yang sangat mengharukan di mana Manohara sempat menangis dan berteriak-teriak sehingga mengundang perhatian polisi Singgapura.

Setelah pertemuan itu pihak kerajaan Kalantan, yaitu suami Manohara lewat mediatornya membujuk Manohara agar pulang kembali ke Malaysia, namun Mano (panggilan Manohara) bertekad untuk pulang ke Indonesia karena perasaan yang sangat rindu akan kelurga, saudara serta sahabat-sahabatnya. Maka dengan perasaan yang sangat gembira keluaraga Mano terbang ke Jakarta Minggu 31 Mei.

Rasa gembira Mano di ungkapkan dengan berfoto bersama para awak pesawat yang akan membawanya ke Jakarta, peristiwa itu tidak di sia-siakan oleh para Pramugari dan pilot pesawat, dengan gantian masing-masing mereka mendokumentasikan peristiwa yang sangat membahagiakan itu, sesampainya di Jakarta mano disambut oleh keluarga serta barisan merah putih.

Dari pengakuan Mano selama tinggal di kerajaan Kelantan Malaysia, ternyata ia tidak bahagia dan hidupnya terkungkung bagai burung di sangkar emas, setiap hari diisolasi karena tidak bisa menghubungi dan berbicara dengan keluarga di Indonesia, tidak boleh pegang HP, mengakses internet, serta tinggal di kamar khusus dimana pintunya tidak kelihatan karena tersamar dengan rak-rak buku sehingga seolah-olah kamar rahasia.

Dengan keadaan seperti itu Mano hampir melakukan bunuh diri, namun karena teringat akan perjuangan ibunya maka ia mengurungkan niatnya itu. Jika ia mau berbicara dengan Ibunya maka ia tidak boleh menelopon, suaminya hanya berkata jika ibunya menelepon lewat ia maka akan disampaikannya, namun sekarang belum menelepon.

Pernah kejadian ketika Mano bicara melalui telepon dengan ibunya, Mano menangis karena hidupnya menderita. Karena takut ketahuan oleh suaminya yaitu Tengku Muhammad Fahri maka Mano dan Ibunya berbicara dengan bahasa Prancis. Menurut pengakuan Mano, ia akan menggugat cerai suaminya yang telah membuat hidupnya sengsara meskipun penuh dengan harta benda.

Mengenai rencana setelah pulang di Indonesia, Mano mau kembali ke dunia modeling yang dulu pernah di gelutinya. Bagaimana kisah lengkapnya Manohara di kerajaan Kelantan serta rencana masa depan? (Menurut feeling Penulis) Tunggu penuturannya di Bukan Empat Mata bersama mas Raynaldi alias Tukul Arwana (bukannya Tukul Arwah Gentayangan ? ) TRANS 7 pukul 21.00, kapan? Mei , Mybe No Mybe yes.

Menilik peristiwa Manohara, mungkin tidak sekedar hak dan martabat seorang wanita yang di rampas meskipun wanita tersebut telah menjadi istrinya. Namun jika dikaitkan dengan nasib TKW-TKW di negeri Jiran, meskipun tidak semua. Setidaknya menunjukkan bagimana pandangan terhadap orang Indonesia, entah itu benar atau salah, silahkan Anda mengartikan. (ngangkasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: