Rutinitas dan Beban kerja yang menggilas waktu

29 Mei

Perputaran waktu yang terjadi di dunia secara sama dan serentak, sama dalam arti interval penambahan atau pergeseran waktu dari detik, menit, jam hari dsb akan sama tanpa ada perbedaan sedetikpun. Namun  waktu yang dirasakan setiap orang bisa berbeda-beda, ada orang yang merasa waktu berputar sangat lambat, tapi sebaliknya ada orang yang merasa perputaran waktu sangat cepat, tahu-tahu kok saudah akhir bulan.

Perasaan orang akan perputaran waktu di pengaruhi oleh rutinitas dan pekerjaan yang dialami dan dilakukan, semakin banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan selalu di kejar dead line, maka baginya waktu terasa sangat cepat berlalu. Namun bagi orang yang rutinitas dan pekerjaan sedikit maka waktu akan terasa lambat, apalagi bagi orang yang tidak bekerja.

Waktu terasa sangat lambat juga di rasakan oleh orang-orang yang mengalami suatu peristiwa yang menegangkan,  menunggu suatu acara yang mendebarkan, atau melakukan pekerjaan yang memerlukan ketelitihan dan resiko yang tinggi. Baginya detik-demi detik terasa sangat lambat dan sangat berarti. Sebaliknya ada orang yang sengaja ‘membunuh’ waktu, karena waktu saat itu baginya tidak ada artinya, tidak ada pekerjaan yang dapat ia lakukan.

Suatu hal yang perlu kita renungkan adalah apakah kita merasa waktu berlalu begitu cepat atau justru sangat lambat? Jika kita mau jujur maka waktu terasa sangat cepat berlalu, jika kita bangun pagi dan melakukan rutinitas sehari-hari maka tanpa terasa sore hari dan malam menjelang sehingga kita bertemu pagi kembali. Meskipun  kita merasakan hidup susah dan senang silih berganti, maka tanpa terasa tahun 2009 sudah memasuki bulan Juni, artinya dua bulan lagi Ramadhan puasa dan Idul fitri (Mudik bertemu dengan sanak keluarga dll)

Apakah tahun ini kita lebih baik dari tahun kemarin? Indikator tersebut dapat di lihat   dari hal pandapatan, tempat tinggal/rumah, pendidikan, tabungan, kendaraan fasilitas yang kita punya, dll. Jika kita merasa keadaan kita sama dan justru lebih buruk dari sekarang maka hal pertama yang kita harus interopeksi. Mungkin situasi global yang lagi resesi atau krisis moneter. Jika banyak orang yang mengalami hal seperti yang kita alami maka kita sedang terkena dampak krisis global. Namun jika banyak orang yang mengalami kemajuan sedangkan diri kita tidak, maka perlu ditanyakan pada diri sendiri.

Kita mungkin merasa sudah bekerja keras setiap hari namun hasil yang didapat hanya cukup untuk  kebutuhan sehari-hari. Mungkin kita mau berubah dan menginginkan pekerjaan lain yang lebih menghasilkan, namun terkendala waktu dan takut resiko yang dihadapinya dan masih banyak alasan-alasan yang menghantui diri kita.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis ada hal-hal yang perlu di perhatikan :

  1. Kita tidak cukup hanya bekerja keras, namun juga bekerja keras dan cerdas.
  2. Kita harus berani bermimpi dan membuat rencana kerja dan rencana pendapatan
  3. Kita harus berani melangkah saat ini juga, meskipun keadaan kita belum sempurna untuk memulai, ingat sesuatu tidak ada yang sempurna.
  4. Kita harus meluangkan waktu meskipun sebentar untuk mengerjakan pekerjaan lain yang butuh ditangani.
  5. Jangan menunda pekerjaan, kerjakan meskipun hanya sebagian kecil dari pekerjan yang harus dikerjakan, jika kita sering mencicil maka tanpa terasa pekerjaan tersebut  dapat selesai.

Jika kita dapat mengendalikan waktu maka kita bisa menguasai keadaan, namun jika tidak maka kita akan tergilas oleh waktu yang tidak mengenal diri kita sedang apa dan dalam kondisi apapun bersambung (ngangkasi)

Satu Tanggapan to “Rutinitas dan Beban kerja yang menggilas waktu”

  1. tekno-hp April 2, 2016 pada 3:18 pm #

    Bener pak, terkadang orang menyepelekan waktu, walaupun mengerjakan sesuatu cuma sedikit tetapi jika dikerjaan secara rutin maka akan keliatan hasilnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: