Fenomena Gossip, Ngrumpi, & ‘Ngrasani’ Menjelma Sebagai ‘Pencuri’ di Manapun dan Siapapun (?)

25 Mei

Author : https://ngangkasi.wordpress.com

Bicara merupakan salah satu komunikasi verbal yang di lakukan oleh orang kepada orang lain, di samping komunikasi non verbal yaitu dengan bahasa isyarat. Dalam melakukan komunikasi khususnya dengan bahasa verbal memerlukan pemahaman kedua pihak yang berkomunikasi sehingga informasi dapat di sampaikan dan dapat di terima serta dapat memberikan reaksi terhadap informasi yang di sampaikan.

Manusia sebagai mahkluk sosial hampir setiap saat melakukan komunikasi dengan orang lain, komunikasi ini terjadi bisa secara langsung face to fice, atau melalui media bantu misalkan handphone, surat, email, YM, dll. Sehingga komunikasi sifatnya dinamis, dapat terjadi setiap saat dan tidak terhalang oleh jarak dan waktu.

Dalam melakukan komunikasi terdapat pesan informasi yang di sampaikan, Adapun kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung pada tiga hal, yaitu:

a. Akurat (accurate)

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.

b. Tepat pada waktunya (timeliness)

Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah lama tidak akan mempunyai nilai lagi.

c. Relevan (relevance)

Informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya.

Semakin maju peradaban manusia dan peralatan komunikasi, namun tidak menjamin semakin baiknya kualitas informasi yang di sampaikan, hal ini terjadi karena kekurangtahuan, tingkat kesadaran dan kesengajaan. Ucapan yang di gunakan untuk menyampaikan informasi, dalam prakteknya bisa berkembang menjadi pembicaraan yang berisi informasi yang berlebihan, kontraversi, dan kurang bermanfaat serta cenderung merugikan bagi salah satu pihak.

Gossip, ngrumpi dan ‘ngrasani’ merupakan salah satu contoh pembicaraan yang kualitas informasinya bisa berlebihan, kontraversi dan cenderung merugikan salah satu pihak, gosip bisa terjadi di dimanapun dan kapanpun. Gossip bisa terjadi di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, ruang keluarga, dan bahkan di internet penuh dengan gosip. Sehingga sadar atau tidak sadar kita dapat menjadi salah satu pelakunya.

Penulis yang tinggal di lingkungan pedesaan merasakan dan menyaksikan bagaimana sebuah gosip bisa berkembang dan pada akhirnya hilang dengan sendirinya. Namun gosip yang terjadi di daerah pedesaan di sebabkan karena dinamika dan ritme kehidupan pedesaan yang cenderung pelan dan kurang dinamis sehingga menyebabkan orang banyak berkumpul dan berbicara sehingga bisa berkembang menjadi sebuah gosip. Selain itu faktor pendidikan juga berpengaruh terhadap hal-hal yang dibicarakan sehingga gosip hanya sebuah ‘bunga’ lidah yang tidak mendatangkan manfaat secara meteri. Banyak hal-hal kecil dan sifatnya sangat pribadi bisa di ulas menjadi pembicaraan banyak orang, namun karena hal tersebut terjadi setiap saat sehingga orang gampang lupa terhadap hal yang pernah di bicarakan. Semakin lambat dinamika kehidupan masyarakat maka semakin banyak gosip yang muncul.

Author : https://ngangkasi.wordpress.com

Gosip juga sering terjadi di lingkungan tempat bekerja, kadang berbagai urusan keluarga dan urusan pribadi di ulas, namun dinamika dan beban kerja sangat mempengaruhi banyaknya pembicaraan yang mengarah ke gosip, semakin santai dan banyak waktu luang di tempat kerja maka semakin banyak gosip yang dibicarakan. Namun jika pekerjaan menggunung dan di kejar deadline maka gosip bisa menghilang dan semua orang fokus ke pekerjaannya masing-masing.

Gosip di Televisi dikemas dalam bentuk yang menarik, diisi dengan berita-berita terpanas dan terkini seputar kehidupan orang-orang terkenal (artis, pejabat dll), semakin kontraversi dan aneh suatu gosip maka dapat menaikkan rating acara tersebut sehingga bisa menjadi ladang uang. Di sisi lain Gosip di televisi dapat menaikkan ketenaran orang yang digosipkan sehingga gosip bisa di manfaatkan sebagi iklan gratis. Satu hal yang di waspadai bahwa televisi merupakan sarana hiburan dan informasi yang berada di rumah kita sehingga ruang keluarga tidak lepas dari aroma gosip.

Banyak media cetak, majalah maupun surat kabar yang memuat isi mengenai gosip terpanas saat ini, gosip kehidupan para artis dan orang terkenal. Dengan gaya bahasa yang menarik maka berita-berita tersebut merupakan obyek yang bisa di jual untuk pembaca yang haus akan gosip terpanas. Sehingga untuk bisa bersaing dan menaikkan oplah penjualan maka harus bisa menyajika gosip terbaru dan terpanas.

Internet tidak lepas dari berita dan pemberitaan yang mengarah ke gosip, banyak situs-situs yang menyajikan berita-berita yang mengarah ke gosip. Selain itu fenomena gosip sudah merambah ke Blog, dimana para blogger berlomba-lomba menyajikan tulisa-tulisan tentang artis dengan judul yang ‘menantang’ ‘panas’, meskipun isinya tidak terlalu sesuai dengan judulnya. Jika penulis perhatikan di wordpress, judul tulisan tentang artis bisa meraih tempat di pembacanya, setidaknya menjadi judul yang menarik dan banyak di akses serta di komentari. Sehingga menjadi 10 besar judul yang favorit.

Dari kenyataan diatas menunjukkan bahwa hampir tidak ada ruang yang bebas dari Gosip, Ngrumpi dan ‘Ngrasani’ sehingga kita bisa berperan dalam mata rantai sebuah informasi yang berbau gosip. Jika kita bertanya apa akibat dan manfaat dari gosip bagi kita? Jawabannya bisa bervariasi dan tergantung dari diri masing-masing, namun banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat sehingga fenomena Gosip bisa menjadi ‘penjahat’ yang mencuri waktu dan pikiran kita. Begitu berharganya waktu sehingga jangan biarkan ‘pencuri’ menghambat cita-cita dan tujuan kita. Waktu adalah uang dan waktu adalah ilmu (ngangkasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: