Pasar Kutoarjo Tempoe Doeloe

22 Mei

Author : https://ngangkasi.wordpress.com

Lihat Video di Sini:

Purworejo 1

Purworejo 2

Purworejo 2

Pasar Kutoarjo merupakan sebuah tempat pusat perdagangan yang terletak di pusat kota Kutoarjo, sebelah barat pasar adalah Jl MT Haryono, utaranya adalah Jl. S.Parman dan sebelah timurnya adalah Jl. Tanjung Anom, sedangkan sebelah selatannya merupakan gedung pegadaian dan toko-toko pecinan. Secara fisik pasar Kutoarjo bangunannya cukup megah terdiri dua lantai. Pasar tersebut di renovasi mulai tahun 1998, selama renovasi pasar Kutoarjo menempati alun-alun Kutoarjo.

Sebelum direnovasi menjadi dua lantai, pasar Kutoarjo merupakan pasar tradisional dengan bagunan berupa los sehingga jika musim hujan ada bagian pasar yang becek. Selama ini penulis belum pernah menemukan sejarah yang menceritakan pasar Kutoarjo, baik berupa tulisan ataupun foto-foto nya.

Mengingat pasar Kutoarjo tempoe doeloe bagi penulis berarti kembali ke era 80-an dan 90-an, di mana pasar masih satu lantai. Saat itu penulis masih sekolah SD dan SMP. Dalam bahasa orang tua dulu jika menyebut pasar kutoarjo sangat akrab dengan istilah karcisan kidul, karcisan tengah, karcisan lor (karcisan=pintu masuk pasar).

Karcisan Lor merupakan bagian pasar sebelah utara yang digunakan untuk para pedagang rese (ikan asin), di tengahnya terdapat tanah lapang untuk menjemur rese sehingga baunya cukup menyengat. Di tengah tanah lapang terdapat sumur yang konon cukup angker sehingga sampai sekarang masih ada (tidak di gusur). Di dekat sumur kalau tidak salah ada pedagang tanaman/ bibit.

Selatan Tanah lapang terdapat bangunan berupa los untuk tukang cukur, selanjutnya sebelah selatannya lagi bagunan untuk pernjualan tembakau dan bahan-bahan rokok (klembak,menyan). Selanjutnya terdapat bagunan los warung makan, dulu masaknya masih menggunakan kayu bakar sehingga warnanya hitam dan kadang terdengar suara gemuruh air mendidih atau suara penggorengan.

Yang masih penulis ingat pasti adalah los untuk pedagang gerabah, karena simbah penulis menempati di salah satu los tersebut, penulis sering ke situ sekedar ‘dolan’ dan biasanya di beri celengan tanah liat untuk menabung uang receh. Selanjutnya mulai mulai karcisan tengah sampai karcisan kidul di gunakan untuk penjual tas, sepatu, sandal, baju, dll. Untuk pedagang makanan tempatnya menyebar dan banyak yang diluar pasar, makanan yang dulu masih banyak di jual yaitu gadungan kluwung, gadungan guci, cucur, binggel, bolumprit, katul bungkus, ocar-acir, nasi menir, nasi jagung, dll.

Pasar bagian timur digunakan untuk pedagang buah-buahan(pisang dll), tape, kolang-kaling, daging, sedangkan bagian barat sebelah utara untuk warung makan. Jika ada orang mau belanja dan mencari tempat bakul berdagang maka biasanya di sarankan lewat karcisan kidul, karcisan tengah, atau karcisan lor. Misalkan mau membeli ikan asin maka lebih cepat lewat karcisan lor.

Ciri khas pasar Kutoarjo tempoe doeloe adalah terdapat koplak dokar di sebelah utara bagian barat pasar, yaitu suatu tempat untuk mangkal dokar yang siap mengangkut penumpang, biasanya sebelum penuh maka belum berangkat. Dulu belum ada mobil angkot yang melayani trayek sehingga angkutan penumpang menggunakan dokar, bahkan masih banyak orang yang jalan kaki pergi pulang dari pasar.

Selain itu di sisi barat dan timur pasar terdapat tempat penitipan sepeda onthel, dulu masih jarang orang yang naik motor, sehingga tempat penitipan penuh dengan sepeda onthel dari berbagi jenis. Sebelah utara pasar yang sekarang digunakan untuk warung makan, dulunya merupakan tempat sampah yang menggunung dengan aroma yang khas.

Dulu ketika pasar belum di renovasi dan di bangun dua lantai, orang-orang yang tinggal di utara pasar (Radius 2 km) masih bisa mendengar suara riuh rendah aktifitas di pasar, baik suara orang bicara maupun suara orang memotong daging dll, tentunya dengan suara yang campur aduk . Namun sekarang pasar ilang kumandange. Pasar kutoarjo tempoe doeloe merupakan potret sejarah bagi orang yang mengalaminya. (ngangkasi)

6 Tanggapan to “Pasar Kutoarjo Tempoe Doeloe”

  1. agus Mei 4, 2012 pada 8:29 pm #

    sejarah tentang kota kecil tempat dimana dahulu tempat menimba ilmu di SMP N II Kutoarjo, Jl Wirotaman

    • edy widodo Juni 14, 2012 pada 12:55 am #

      njenengan smp 2 angkatan taun piro

  2. edy widodo Juni 14, 2012 pada 12:54 am #

    mas agus,njngn korjone sebelah endi,aku edy widodo omahe cedhak ro smp 2 mbiyen

  3. fi Oktober 27, 2012 pada 4:49 pm #

    aq jg lulusan smp 2 torjo th 2004

  4. eliezer September 30, 2013 pada 1:08 am #

    Pasar Kutoarjo meninggalkan kenangangan yang membekas pada masa kanak – kanak , ortu saya dulu punya salah satu kios dipasar kutoarjo . . .

  5. abdullah Maret 3, 2014 pada 5:12 pm #

    ilang kumandhange..
    kali ilang kedhunge…
    wong jowo ilang jawane…

    begitulah
    waktu melaju..
    kejujuran,
    jatidiri,iman,
    waktu bisa menggilas semuanya..
    segalanya..
    termasuk juga kenangan yg tersisa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: