Kutoarjo Purworejo : Bahasa (Language), dialek, Idiolek, dan Parole’

20 Mei

Author : Http://ngangkasi.wordpress.com

Kabupaten Purworejo terdiri dari 16 kecamatan, kecamatan yang ada di pesisir selatan dan berbatasan dengan laut yaitu Grabag, Ngombol, dan Purwodadi. Untuk kecamatan yang berada di utara dan sebagaian wilayahnya pegunungan yaitu Pituruh, Kemiri, Bruno, Gebang dan Bener . Kecamatan yang termasuk di bagian timur dan sebagian wilayahnya pegunungan yaitu Loano, Kaligesing dan Bagelen, sedangkan kecamatan yang terletak di bagian tengah yaitu Purworejo, Banyuurip, Bayan, Kutoarjo dan Butuh.

Kabupaten Purworejo terletak diantara DIY dan Kabupaten Kebumen. Dilihat dari sudut pandang bahasa, Kabupaten Purworejo mempuyai dialek bahasa transisi atau campuran dialek Jogja dan dialek Banyumasan. Menurut sejarah pusat bahasa transisi Purworejo terletak di daerah Bagelen. Jika melihat masyarakat Purworejo dari bahasanya maka sangat menarik jika diamati secara Idiolek dan parole’.

Dialek yaitu bahasa yang digunakan oleh sekumpulan masyarakat suatu daerah contoh dialek banyumas, jogja, solo, madura, tegal dsb. Idiolek yaitu bahasa yang dimiliki dan digunakan oleh seseorang sedangkan Parole’ yaitu ciri khas bahasa yang dimiliki sekelompok daerah atau tindak bahasa yang dimiliki setiap pribadi yang bersifat individul, berbeda – beda, momental dalam batas-batas masih saling paham.

Meskipun dialek di Kabupaten Purworejo merupakan campuran dialek Jogja dan Banyumas, namun jika diamati secara letak daerahnya masih ada perbedaan yang cukup mencolok, misalkan antara bahasa yang digunakan orang di kecamatan Pituruh dengan orang yang tinggal dikecamatan Bagelen. Karena pada dasarnya setiap kecamatan mempunyai Idiolek yang berbeda-beda.

Idiolek tidak hanya terjadi berdasarkan kecamatan bahkan setiap desa, hal ini penulis amati, sehingga dengan memperhatikan Idiolek seseorang dapat menebak orang tersebut dari desa mana. Sebagai contoh ada salah satu nama desa yang warganya menyebut nama desanya agak beda dengan tulisannya misalkan desa Waled , pengucapannya lebih mantap (Wuaaleed).

Ada ciri khas kata di daerah Purworejo misalkan enyong (kalau banyumas inyong), sira (dibaca siro), mangan dll. Tidak semua kata tersebut di gunakan orang di seluruh daerah Purworejo, selain itu ada kata variasi sebagai penegas dan ini setiap daerah di Purworejo berbeda-beda.

Berdasarkan pengamatan penulis, bahasa yang di gunakan orang di kecamatan Pituruh cukup menyolok dan agak beda dengan kecamatan lainya di Purworejo, hal tersebut karena Kec. Pituruh berbatasan dengan Kabupaten Kebumen. Untuk daerah yang agak kota bahasanya campuran dan sedikit ada ciri khas Idioleknya.

Ada yang mengenal orang Purworejo dengan bahasanya yang cenderung ngapa’ , namun itu tidak semua salah karena dialek Purworejo merupakan dialek campuran, tergantung dari kecamatan mana orang tersebut, namun dari beraneka ragam Idiolek justru memperkaya khasanah bahasa dan sebagai ciri khas suatu daerah. (ngangkasi)

4 Tanggapan to “Kutoarjo Purworejo : Bahasa (Language), dialek, Idiolek, dan Parole’”

  1. din Mei 20, 2009 pada 6:17 am #

    Trim,s
    Kalau tidak salah inikan yang disebut “Bahas Ibu” Artinya seseorang akan berdilek ala Yogja atau yang lainya salah satu unsur yang paling Dominan dari apa yang diajarkan oleh ibu dimana pertama mendengar dan selanjutnya samapai dewasa, kemudian dari Lingkungan. Dari contoh soal/Kasus aku ini kalau ketempat Nenek/Kakek Dikecamatan Butuh aku dibilang “Bandek” karena aku tinggal di Kecamatan Kutoarjo yang Nota bene sebenarnya lebih dekat ke wilayah Yogja sedangkan ibu dari Kec, Butuh yang lebih dekat ke Kebumen atupun Banyumas.
    Dari kasus diatas lingkungan bermain sejak anak-anak banyak menentukan dialek karena Bahasa ibu Kurang Dominan.

    • ovie November 23, 2010 pada 5:52 am #

      apakah pronomna sira tersebut masih ada pengaruh jawa kuna?

  2. tuti Januari 24, 2010 pada 7:55 am #

    lo kalian sore2 di alun2 kutoarjo disana rame….bgt.byk ank2 muda maen sepak bola.di tambah lagi pedagang yg ad di pinggiran alun2.beraneka ragam jajanan dsana.monggo mampir teng kutoarjo………

  3. Dodo Juli 25, 2010 pada 11:28 pm #

    Perlu di adakan lebih banyak penelitian tentang kebahsaan di Purworejo nih,,,
    Cayo Purworejo

    =Putra Asli Purworejo=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: