Sepeda Kendaraan Untuk Kesehatan dan Ketertiban

15 Mei

speda2Sepeda mempunyai banyak nama tergantung dimana barang tersebut berada, misalkan di daerah medan dan seketirnya sepeda lebih dikenal dengan nama kereta angin, di Jawa tengah sepeda di kenal dengan pit , sehingga ada nama pit unto, pit lanang, pit wadon, pit jengki, pit federal pit balap,pit mini, pit bmx dsb. Ciri khas sepeda secara umum adalah beroda dua dengan tenaga manusia melalui kayuhan kedua kaki.

Jaman sekarang sepeda masih di gunakan meskipun sudah mulai jarang karena banyak diganti dengan sepeda motor, sehingga cenderung sepeda di gunakan oleh anak –anak yang belum bisa atau boleh mengendarai motor.

Beberapa kali penulis berangkat ke tempat kerja naik sepeda, hal ini kadang sengaja namun kadang kendaraan bermotor yang biasa digunakan lagi di bengkel. Jika naik kendaraan bermotor waktu tempuh 3 – 6 menit ke tempat kerja dengan jarak 5 km, namun dengan naik sepeda waktu tempuh menjadi 15- 20 menit.

Ada hal-hal yang penulis alami ketika naik sepeda :

1. Badan terasa segar, meskipun sampai di tempat kerja agak berkeringat namun pikiran dan perasaan menjadi segar dan nyaman, mungkin peredaran darah ke otak menjadi lancar.

2. Emosi selama dalam perjalanan dan di tempat kerja menjadi berkurang atau bahkan kadang tidak ada sehingga dapat memngerjakan pekerjan dengan fresh, di bandingkan jika naik kendaraan bermotor kadang di jalan emosi karena ada pengguna jalan yang sembarangan menggunakan jalan atau karena pengendara ugal-ugalan.

3. Sambutan teman-teman dan para siswa lebih ramah dan agak beda / heran karena melihat penulis naik sepeda sehinggas suasana lebih akrab.

4. Bisa mengamati sepanjang jalan dengan lebih teliti dan cermat serta mengetahui situasinya dengan cermat.

5. Dapat melewati jalan-jalan secara leluasa karena sepeda relatif lebih bebas.

Banyak orang yang setuju dan sepakat jika bersepeda dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi polusi serta hemat dan murah, namun mengapa tidak banyak orang yang memilih berkendaraan dengan sepeda? Ada beberapa alasan Setidaknya yang penulis amati dan ketahui adalah sbb:

1. Waktu tempuh lama

Waktu tempuh jika naik sepeda memang menjadi lebih lama jika dibandingkan dengn naik kendaraan bermotor, namun hal ini tidak menjamin jika naik sepeda lebih lama. Hal ini tergantung jalan dan kepadatan lalu lintas, Jika arus lalu lintas macet, justru naik sepeda lebih cepat karena bisa menerobos dan bisa lewat jalan ‘tikus’. Jika naik Mobil coba berapa lama waktu untuk memanaskan mesin, untuk memutar di jalan, berhenti di lampu merah , dsb. Jika alasan waktu lebih lama sebenarnya dapat diatasi dengan berangkat lebih awal sehingga bangun lebih pagi. Untuk jarak tempuh di bawah 5 km memang lebih efektif jika menggunakan sepeda.

2. Capek dan kotor

Naik sepeda Cape? Sebenarnya belum tentu, karena bisa saja lebih capek terjebak macet , cape naik sepeda justru menyehatkan dan menyegarkan pikiran, namun jika capek karena macet maka menambah stress. Untuk alasan kotor memang naik sepeda berkeringat dan kena debu namun bisa diatasi dengan cara menggunakan pakaian biasa/ olahraga ketika naik sepeda, ketika sampai kantor dapat mandi dan ganti pakaian kerja, hal ini justru lebih segar dan fresh baik badan maupun pikiran.

3. Keamanan di jalan

Untuk faktor keamanan berbeda-beda tergantung daerah dan geografisnya, jika kondisi jalannya naik turun dan curam maka menggunaknan sepeda memang sulit dan sangat melelahkan, kecuali sepeda balap/ gunung khusus untuk olahraga, ada juga naik sepeda rawan kejahatan jika melewati daerah sepi dan jarang rumahnya. Jika daerah yang kita tempati tidak seperti itu mengapa tidak di coba naik sepeda?

4. Gengsi dan Malu

Sebenarnya ini adalah masalah/alasan utama yang terselubung, karena naik sepeda cenderung berkesan ‘kere’ ‘ndeso’ ‘orang susah’ sampai tidak bisa membeli motor. Yang penulis alami adalah biasanya orang-orang akan bertanya dan heran jika naik sepeda, namun jika sikap kita dalam menajawab bisa slow cool tenang dan PD, maka orang tersebut akan biasa aja dan salut kepada kita, namun jika jawabannya meragukan dengan sikap malu maka akan menimbulkan pertanyaan, kenapa naik sepeda? Apakah motornya di ambil debt kolektor, di jual atau di gadaikan ?

5. Medan jalan yang tidak memungkinkan

Ada beberapa daerah yang tidak memungkinkan jika menggunakan sepeda, misalkan daerah lereng gunung yang tidak ada jalan yang rata. Atau daerah yang tidak ada jalan yang tidak bisa di lalui kendaraan darat.

6. Tidak punya sepeda

Tidak memiliki sepeda bisa karena tidak ada niat untuk punya sepeda karena jika memiliki juga mubazir karena tidak digunakan. Sehingga tidak pernah naik sepeda.

7. Tidak bisa naik sepeda

Hari gini tidak bisa naik sepeda? Tidak bisa karena memang belum pernah belajar naik sepeda atau takut naik sepeda. Jika tidak bisa naik sepeda maka menyebabkan tidak bisa menularkan kepandaian kepada orang lain misalkan anaknya dan hal ini cukup memprihatinkan. Bagaimana generasi selanjutnya?

Meskipun sepeda menyehatkan namun sulit membudayakan naik sepeda, memang sepeda tidak bisa diterapkan untuk menggantikan kendaraan bermotor meskipun bersepeda menyehatkan, hemat dan mencegah polusi. Namun setidaknya budaya bersepeda perlu di terapkan supaya orang tidak dimanjakan oleh kendaraan bermotor sehingga menambah parah polusi dan kemacetan lalu lintas, ada hal hal yang perlu di terapkan agar orang mau membudayakan naik sepeda, yaitu :

1. Pencitraan / branding kalau mengendari sepeda merupakan olahraga elite dan bergengsi.

Budaya masyarakat kita (tidak semua) adalah akan mengikuti suatu kegiatan yang di pandang elite, bergengsi, orang berkelas, wah, sehingga dengan mengubah image bersepeda sebagai olahraga yang elite dan bergengsi akan membuat orang tertarik, tentunya ini di mulai dari orang-orang yang di pandang sebagi tokoh dan orang yang kaya, mempuyai jabatan dan nama, namun kita juga bisa sebagai pelopornya.

2. Memperbanyak kompetisi olahraga bersepeda

3. Sering mengadakan kegiatan menggunakan sepeda

4. Adanya pemberlakuan satu hari dalam seminggu untuk hari bersepeda .

Dan masih banyak upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk membudayakan bersepeda untuk kesehatan, kebersihan udara dan ketertiban lalu lintas (ngangkasi)

2 Tanggapan to “Sepeda Kendaraan Untuk Kesehatan dan Ketertiban”

  1. din Mei 20, 2009 pada 9:41 am #

    4. Gengsi dan Malu

    Sebenarnya ini adalah masalah/alasan utama yang terselubung, karena naik sepeda cenderung berkesan ‘kere’ ‘ndeso’ ‘orang susah’ sampai tidak bisa membeli motor.

    “Lho Wong Sependanya harganya 30 jt” kok malu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: