Skripsi, TA : Tugas Akhir (lalu di wisuda) atau Tugas yang tidak pernah berakhir(Mahasiswa Abadi)

7 Mei

wisuda1Wisuda merupakan pengukuhan kelulusan mahasiswa terhadap semua kuliah dan tugas-tugas belajar yang sudah di tempuh selama beberapa semester. Suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi mahasiswa yang diwisuda, juga bagi keluarga, saudara-saudaranya karena satu pengukuhan akan disiplin ilmu serta penambahan title/gelar akademis yang melekat pada nama yang selama ini di sandang oleh mahasiswa yang sersangkutan.

Tugas Akhir / skripsi merupakan tahapan yang harus dlialui oleh semua mahasiswa untuk mencapai kelulusan setelah menempuh sekian SKS (satuan kredit semester). Jenjang Diploma tiga (D3) menempuh semua matakuliah antara 110 sks s/d 120 sks, sedangkan jenjang Strata 1 (S1) menempuh semua matakuliah antara 140 sks – 160 sks. Untuk D3 Tugas akhir dinamakan TA sedangkan untuk S1 tugas akhirnya dinamakan skripsi.

Tidak sedikit mahasiswa yang terganjal / tidak segera lulus kuliah karena kendala di TA atau Skripsi, meskipun ada mahasiswa yang ‘sengaja’ tidak segera lulus karena merasa enjoy dengan status sebagai mahasiswa, takut menganggur, khawatir tidak dijatah uang saku dan uang kuliah atau justru jika lulus kuliah maka jobnya menjadi berkurang atau tidak ada job sama sekali. Namun apapun alasannya itu hak pribadi masing-masing dan diluar pembahasan ini.

Namun ada beberapa sebab yang membuat mahasiswa tidak segera lulus (setidaknya yang penulis ketahui baik sebagai mahasiswa atau pengajar)

1. Keuangan

Untuk yang satu ini merupakan sebab klasik, tidak sedikit mahasiswa yang mengalaminya. Namun jika karena keuangan mahasiswa menjadi kendur dan patah arang, itu yang bahaya karena ada beberapa solusi, salah satunya cuti kuliah, tapi jika cuti dan keblablasan sehingga tidak pernah aktif lagi, ini yang kadang dialami oleh mahasiswa . Solusi yang lain adalah banyaknya beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan swasta dalam beragam jenisnya, tinggal mahasiswa bisa memanfaatkan dan membaca peluang yang ada. Sehingga penyebab keuangan tergantung pada mahasiswa yang bersangkutan apakah bisa melaluinya atau tidak. Berdasarkan pengalaman penulis banyak mahasiswa yang mengalami kendala keuangan namun dapat menyelesaikan kuliah meskipun ada yang ‘terseok-seok’

2. Kendala di salah satu mata kuliah

Untuk mengambil TA atau skipsi biasanya ada syarat minimal yang harus dipenuhi, diantaranya nilai mata kuliah tertentu minimal B atau jumlah SKS yang di tempuh minimal sekian sks atau IPK minimal 2.0. Jika itu belum dipenuhi maka mahasiswa belum bisa mengambil TA atau skripsi. Sebenarnya hal tersebut sudah biasa namun jika mahasiswa yang bersangkutan tak bisa menerima dan mensikapinya maka itu yang menjadi kendala, misalkan sudah males mengambil kuliah teori, males untuk mengulang, tak mau menunggu kuliah di semester depan atau tidak suka pada dosen yang mengampu mata kuliah tersebut dan mungkin ada masalah dengan dosen yang bersangkutan sehingga mahasiswa baru mau mengambil mata kuliah jika dosennya sudah ganti.

3. Terganjal judul TA/Skripsi

Ketika sudah mengambil TA/skripsi maka mengajukan judul , kadang judul yang diajukan sering ditolak oleh dosen atau Kaprodinya karena berbagai alasan. Hal ini kadang membuat semangat mahasiswa ‘down’ dan bisa berhenti di tengah jalan. Sebenarnya hal tersebut dapat diselesaikan kalau mahasiswa mau jujur dan interopeksi, apakah judul yang diajukan sesuai dan memenuhi kreteria yang disyaratkan, tentu perlu dikaji dan minta pendapat orang lain, atau mungkin ada masalah dengan dosen pembimbing ? jika ya maka selesaikan terlebih dahulu, caranya? Lihat permasalahannya dulu , jika perlu konsultasikan dengan teman dan bisa juga ke dosen Pembina akademik.

4. Tidak ada Motivasi

Selama menempuh kuliah kadang menjalin hubungan yang akrab (pacaran) dangan teman satu angkatan atau adik angkatan, kadang jika hubungan dalam satu angkatan dan salah satu belum segera lulus maka menyebabkan temannya tidak termotivasi untuk lulus, sehingga masih ingin bersama terus. Tapi jika pacarnya adalah adik angkatan, maka ada rasa takut jika lulus maka akan berpisah. Betul? (mungkin justru terbalik, saling memberi semangat)

5. Kendala pada dosen pembimbing

Hal ini bisa diakibatkan karena dosen pembimbing yang sulit ditemui sehingga jarang terjadi bimbingan atau mungkin terjadi konflik dengan dosen pembimbing?(beda pendapat). Mungkin hal tersebut jarang terjadi, jika ada komunikasi yang baik maka kendala bisa diatasi, bimbingan bisa jarak jauh. Ketika penulis masih sebagai mahasiswa pernah mengamati ada dosen yang kadang tidak mau masuk ruangannya jiika tahu kalau sedang ditunggu oleh mahasiswa bimbingannya. Bahkan ada juga dosen ketika berjalan dan tahu jika dirinya sedang diikuti oleh mahasiswa bimbingannya, dosen tersebut berbelok ke perpustakaan atau ruang akademik.

Namun sekarang penulis amati, kadang ada mahasiwa yang mau bimbingan tidak melihat jadual kegiatan dosen, apakah dosen akan mengajar, sedang istirahat siang atau meeting rutin. Ada juga mahasiswa yang memaksa untuk bimbingan padahal dosen mau mengajar. Solusinya pada dosen yang bersangkutan untuk berani mengatur waktu bimbingan kepada mahasiswa, Dosen bisa memberikan pengumuman tertulis kapan ia bisa bimbingan (hari,jam) bagaimanapun mahasiswa lebih suka jika dosen membuat jadual yang pasti karena mereka bisa mengatur waktu bimbingan, dibandingkan jika mahasiswa tiap hari berjuang untuk bimbingan yang tidak pasti, sangat menguras energy, pikiran, dan waktu. Disisi lain materi bimbingannya bisa terbengkalai.

6. Kendala sarana dan prasaran pendukung

TA atau Skripsi membutuhkan sarana dan prasarana pendukung, dana serta peralatan. Ini tergantung jurusan yang diambil, biasanya berupa computer, printer, kertas atau alat peraga, jika peralatan merupakan kebutuhan mutlak, maka ini tidak bisa dianggap remeh, pinjam atau beli? Yang penting bisa menggunakan dan memakai dengan nyaman dan bisa konsentrasi, lebih bagus beli jika mampu atau terpaksa pinjam atau sewa, yang penting bisa menyelesaikan TA/skripsi. Apapun kendalanya yang peting niat dan semangat, karena pasti mengalami banyak kendala.

Sepengetahuan penulis tidak sedikit mahasiswa yang tidak mempunyai peralatan namun bisa menyelesaikannya, mereka menyewa atau pinjam dengan imbalan makan siang, rokok atau ilmu. Ada juga yang cuma-cuma alias gratis karena unsur persahabatan, disini memang membutuhkan seni bergaul yang baik. Namun penulis pernah menjumpai ada komputer yang khusus dipinjamkan untuk presentasi TA dan skripsi, anehnya pasti lulus.

7. Halangan tak terduga

Hal ini meskipun jarang terjadi namun kadang ada misalkan kehilangan data di flasdisk atau computer karena kena virus, terhapus , rusak atau hilang. Untuk mengantisipasinya data tentang skpisi/TA harus di backup di beberapa tempat, misalkan pada computer lain. Atau di letakkan di hosting internet. Sehingga jika terjadi masalah, data yang di backup bisa diambil. Hindari penyimpan data di rental computer karena sangat riskan datanya bisa hilang.

8. Terkena masalah / kasus

Ini bisa terjadi pada mahasiswa karena pergaulan di kampus atau tempat tinggal/kos, bisa karena factor penyebab sendiri atau karena terseret temannya, maka perlu hati-hati dalam pergaulan.

9. Judul yang diambil terlalu sulit/berat.

Adakalanya ketika mengambil judul ada perasaan idealisme yang tinggi tanpa melihat kemampuan dan waktu yang dialokasikan, sehingga ketika sampai setengah jalan merasakan bahwa judul yang diambil terlalu kompleks dan sulit, mungkin judulnya bagus namun terlalu berat, sehingga hanya ada dua pilihan ganti judul atau lanjut, keduanya sama beratnya sehingga ibarat makan buah simalakama. Sebaiknya judul disesuaikan dengan kemampuan dan hasil dari ide yang muncul dari analisa dan waktu yang cukup lama, bukan karena ide semalam ‘wangsit’ atau hanya sekedar pemberian teman

10. Mual …Mualeees

Itu adalah penyakit yang menghinggapi pada saat yang salah, adakalanya perasaan males datang menghinggapi, males ke kampus, males ketemu dosen, males di depan computer menyusun naskah, mungkin lagi keranjingan internet, YM, friendster, facebook atau bahkan lagi asik bekerja mengerjakan proyek. Namun biasanya mahasiswa tersebut akan terhenyak kaget ketika mengetahui temannya sudah wisuda, atau lagi menunggu jadual pendadaran. Ketika teman-teman satu angkatan sudah lulus dan ia merasa paling tua di kampus atau di kosnya, maka disini baru akan merasakan dan berambisi untuk segera menyelesaikan kuliahnya, smoga.

Sebenarnya masih banyak sebab-sebab yang mengakibatkan mahasiswa tidak segera lulus, misalkan karena menikah, mendapat pekerjaan dll. Namun lulus dan diwisuda merupakan impian semua mahasiswa yang masih kuliah. Karena wisuda merupakan pintu untuk menuju kehidupan dunia kerja dan terjun ke masyarakat.

Naskah dalam bentuk Pdf di download disini

Satu Tanggapan to “Skripsi, TA : Tugas Akhir (lalu di wisuda) atau Tugas yang tidak pernah berakhir(Mahasiswa Abadi)”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Aceh-Online - Online Movie,Free Themes,Free Script,Recipe,Kamus Online,Radio Online,Tv Online,Free Software,Mp3 Online,free SMS send - Skripsi, TA : Tugas Akhir (lalu di wisuda) atau Tugas yang tidak pernah berakhir(Mahasiswa Abadi) - Mei 16, 2009

    […] See original here: Skripsi, TA : Tugas Akhir (lalu di wisuda) atau Tugas yang tidak pernah berakhir(Mahasiswa Abadi) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: