Peran Media Terhadap Opini Masyarakat (Memberi atau membanjiri Informasi ?)

29 Apr

mediaTahun 2009 hampir memasuki bulan ke lima sehingga tidak terasa hampir setengah tahun kita melewati tahun ini. Memasuki tahun 2009 setidaknya ada tiga hal yang menjadi tantangan bagi Bangsa Indonesia yaitu efek krisis ekonomi dunia, pemanasan global dan Pemilu 2009.

Sampai sekarang kita masih berkutat pada hasil pemilu legislatif yang menyisakan permasalahan dan masih diperdebatkan. Para pimpinan elite parpol masih sibuk mempersiapkan dan menghadapi pertarungan pilpres, tentunya masih berhubungan dengan ‘kursi’. Tidak ketinggalan para caleg-caleg parpol yang masih berjuang untuk memperoleh kursi Dewan, baik di senayan, Propinsi dan Kabupaten dan Kotamadya. Bagi Caleg yang sudah pasti menang tentu bisa melenggang lega, yang pasti kalah hanya pasrah, namun yang belum jelas atau yang merasa dicurangi, ini yang masih memperjuangkan jatah kursi.

Minggu ini masih berlangsung UN SMP, tentunya ini adalah hajat nasional khususnya dunia pendidikan, setidaknya ribuan siswa SMP berjuang untuk memperoleh nilai yang memenuhi standar kelulusan agar mereka dapat berhasil lulus. Berbagai macam berita mengenai UN SMP dari modus-modus baru kecurangan sampai penjagaan distribusi soal yang super ketat.

Berbagai pemberitaan terus menghiasi dimanapun kita berada, di rumah ada TV yang selalu memberikan informasi terkini, tempat kerja /kantor ada koran atau internet yang selalu setia menyajikan berita dan gossip upto date, di jalan banyak koran-koran dan majalah yang di tawarkan dengan head line yang menyolok dan menggoda kita untuk membacanya.

Di samping berita di atas, kini masih marak pemberitaan mengenai wabah Flu Babi, Gossip Manohara, dll. Begitu mudahnya kita mengetahui berita-berita terkini karena peran Media yang selalu berlomba-lomba untuk menyajikan berita yang terbaru, menarik, Hot, dsb yang menggoda kita untuk ‘melahap’nya.

Dengan kemudahan berita yang dapat kita akses menjadikan hampir semua berita dapat kita ketahui, namun apakah kita akan menampung dan menerima berita-berita tersebut begitu saja? Mungkin perlu kita mencerna antara mengakses informasi dengan kebanjiran informasi. Mengakses informasi adalah mencari informasi yang bermanfaat dan sesuai fakta, sedangkan kebanjiran informasi adalah menerima semua informasi tanpa memfilter sehingga semua informasi masuk.

Di era arus infrormasi yang sangat dinamis dan cepat, Urip kudu eling lan waspodo, Hidup harus selalu ingat dan waspada. sudah saatnya kita bijaksana dalam menyerap, mengolah dan menyampaikan informasi yang kita ketahui. Sehingga kita tidak menjadi korban kebanjiran informasi dan penyebar informasi ‘bohong’. (Ngangkasi/Ngangsu Kawruh lan Sinau)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: