KA Pramek Kutoarjo – Jogja – Solo, Angkutan Umum Segala Lapisan Masyarakat dan Sarana Bernostalgia

27 Apr

prameksSeiring berjalannya waktu KA Pramek dapat merebut perhatian semua orang Purworejo yang akan bepergian ke Jogja dan Solo dan sebaliknya orang dari Solo dan Jogja yang akan bepergian ke Kutoarjo, Purworejo dan Kebumen. Hal ini penulis alami ketika ada tamu dari Jogja yang akan ke Kutoarjo, teman-teman mereka merekomendasikan untuk naik KA Pramek karena lebih cepat dan nyaman. Sering penulis temui orang-orang dari Solo yang bepergian ke Kutoarjo naik Pramek karena urusan pekerjaan.

Sabtu 25 April 2009 penulis naik KA pramek ke Jogja dari stasiun Kutoarjo. Setiap gerbong kereta penuh dengan penumpang meskipun tidak ada yang berdiri, ketika menaikkan penumpang lagi di stasiun Jenar kereta semakin penuh meskipun ada satu dua yang terpaksa berdiri. Dari sekian penumpang terlihat pedagang, pelajar mahasiswa, pegawai, dokter dll, baik orang jawa atau chines. Penulis dapat mengetahui karena dari cara mereka bicara, penampilan dan sebagaian mengenal mesipun tidak secara langsung.

Sepanjang perjalanan kadang mereka bicara berbagai alasan naik KA pramek karena kenyaman, hemat dan murah , lebih cepat, waktu tempuh bisa di prediksi dsb. Dalam KA pramek memang tidak ada pengamen, pedagang asongan kecuali satu pedagang resmi, pengemis, pembersih lantai liar, serta tidak ada aroma toilet karena memang tidak ada toiletnya. Alasan utama naik ka pramek untuk penumpang dari lapisan masyrakat menengah ke bawah adalah harga tiket yang murah, yaitu dengan tarif Rp 7.000 per penumpang untuk tujuan Jogja dan Rp 14.000 untuk tujuan Solo. Jika di bandingkan dengan tarif Angkutan KOPADA Kutoarjo-Purworejo dengan jarak 12 km yaitu Rp 4.000 dan tarif bus Kutoarjo-Jogja Rp 10.000. Sedangkan alasan bagi penumpang lapisan masyarkat menengah ke atas adalah kanyamanan dan waktu tempuh yang lebih cepat meskipun secara ekonomis biayanya jauh lebih murah, Jika ke Jogja mengendarai mobil minimal Rp 100.000 untuk biaya bensin apalagi resiko keausan ban, mesin dsb

Satu hal yang membuat kenyamanan adalah suasana di dalam kereta, yaitu nuansa keakrapan antar penumpang, hal ini karena semua penumpangnya adalah penumpang lokal daerah dimana mereka biasanya saling mengenal. Sering terjadi antar penumpang merupakan teman lama yang sudah beberapa tahun tidak bertemu, misalkan teman SMP atau SMA, sehingga penumpang bisa saling bernostalgia. Jika Anda sudah lama merantau ke luar kota (Jakarta, Bandung, Surabaya dsb) dan ingin bertemu dengan teman-teman SMP atau SMA, coba kalau ada waktu pulang ke Purworejo atau Kutoarjo sempatkan naik KA ke Jogja, datang lebih awal dari jam pemberangkatan KA pramek, amati ketika di stasiun Kutoarjo serta cobalah jalan-jalan di dalam KA pramek ketika kereta sudah berjalan. Selain itu ketika di stasiun Tugu atau Lempuyangan ketika menunggu KA pramek untuk pulang ke Kutoarjo lakukan hal yang sama seperti di stasiun Kutoarjo.

Setidaknya pertemuan dengan teman lama sudah sering dialami oleh penulis dan orang-orang lain. Kadang menjumpai penumpang yang hesteris bercampur bahagia karena mereka sudah lama tidak bertemu dan sibuk dengan pekerjaan yang sekarang. Penulis sering menjumpai penumpang yang kaget karena berkenalan dengan orang yang ternyata dulu mereka saling mengenal ketika masih kecil. Dan banyak hal-hal yang mengharukan dan bercampur bahagia ketika naik KA pramek.

Hal-hal diatas bisa terjadi karena KA Pramek merupakan angkutan massal yang mengangkut penumpang dalam satu daerah secara bersamaan. Berbeda dengan KA antar kota antar Propinsi (kelas ekonomi, Bisnis dan eksekutif) dan Bus. Sehingga hadirnya ka pramek memberikan nuansa dan warna tersendiri bagi masyarakat Purworejo dan Kutoarjo, dimana selain sebagai angkutan massal yang nyaman dan murah juga sebagai sarana untuk reuni dan bertemu dengan teman lama.(ngangkasi)

3 Tanggapan to “KA Pramek Kutoarjo – Jogja – Solo, Angkutan Umum Segala Lapisan Masyarakat dan Sarana Bernostalgia”

  1. din April 27, 2009 pada 11:58 am #

    Maksude Kaya Balai Pertemuan gituuuu…..

  2. ngangkasi April 27, 2009 pada 1:42 pm #

    Tempat duduknya memang berhadapan sehingga seperti balai pertemuan, hanya tidak ada mejanya, kalau lesehan di lantai dan berhadapan seperti kenduri. penasaran?

  3. Daru Mei 6, 2009 pada 12:19 am #

    Kesannya seperti sebuah keluarga besar tiap hari ktemu n ngobrol ngalor ngidul, ada arisan lg
    halah……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: