PANDANGAN MEMANDANG RIZKI DAN KEHIDUPAN

14 Apr

Adakalanya kita melihat kehidupan orang lain begitu bahagia, enak dan serba kecukupan, namun disisi lain ada orang yang melihat kehidupan kita juga bahagia, enak dan kecukupan. Hal tersebut biasa terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, dalam istilah jawa dikenal sawang sinawang, atau dalam terjemahan bahasa indonesia yaitu rumput tetangga lebih hijau. Hal ini terjadi karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, dimana jika orang hanya memandang kekurangan yang tidak di miliki dan hanya melihat kelebihan orang lain, maka munculah perasaan bahwa orang lain lebih berbahagia, padahal belum tentu orang lain mempuyai kelebihan yang kita miliki.

Pernah penulis berbicara panjang lebar dengan seseorang yang bertugas di Jayapura, Papua. Dalam bidang transportasi di Papua masih tertinggal jauh dengan di jawa, sehingga untuk menempuh perjalanan ke daerah lain harus menggunakan angkutan sungai atau laut yang bisa memakan waktu berjam-jam bahkan sampai berhari-hari, kadang ada daerah yang hanya bisa di lalui dengan angkutan udara. Misalkan dari kota kecamatan ke kota kabupaten memakan waktu satu hari perjalanan, sunguh suatu perjuangan. Dalam kehidupan bermasyarakat di sana berbeda dengan di jawa, baik watak atau tabiat, tingkah laku, sopan santun, adat sitiadat dan sebagainya. Namun disisi lain dalam hal keuangan dirasakan bahwa di papua uang begitu mudah didapatkan, hal ini dialami oleh perantau-perantau lain yang bekerja di sektor informasil yaitu pedagang dan petani, meskipun standar harga di sana mahal, namun mudah untuk mendapatkannya.

Suatu saat ketika orang tersebut pindah tugas di jawa, ada hal yang sangat berbeda dimana merasakan berbagai kebutuhan harganya murah, transportasi lancar dan mudah, namun dalam hal keuangan amat terasa beda, di mana biasa mudah untuk mendapatkan uang sehingga sering pegang uang banyak, namun saat ini uangnya pas-pasan. Kondisi seperti itu mungkin sering kita alami, misalkan orang-orang di sekitar penulis yang kebanyakan orang desa mengangap jika hidup di Jakarta mudah mendapat uang, mudah mencari uang dan hidup senang serba kecukupan, bisa beli motor, mobil dan barang-barang mewah. Namun bagi Anda yang mengalami mungkin ada benarnya namun itu semua di butuhkan perjuangan dan kompetisi yang tinggi, ibaratnya setiap hari harus banting tulang. Tapi apakah Anda yang hidup di jakarta menganggap orang yang tinggal di daerah itu hidupnya enak dan damai, makanan serba kecukupan ibarat tinggal memetik di kebun atau sawah, lauk tinggal ambil di sungai atau kolam. Meskipun itu ada benarnya namun orang-orang daerah dalam hal keuangan biasanya masih kalah(kecuali orang-orang tertentu) dengan orang kota besar seperti Jakarta. Namun itu tidak mutlak.

Sudah menjadi kebiasaan sebagian orang yang selalu merasa dirinya kekurangan, padahal jika kita hitung nikmat yang kita punya sungguh tidak terhitung nilainya, ingat sehat sebelum datanay sakit, ingat kaya sebelum datang miskin, ingat muda sebelum datang hari tua, yang penting saat ini adalah mensyukuri yang kita punya, karena kalau menuruti hawa nafsu pasti semua yang kita miliki tidak cukup memuaskan diri kita.(ngangkasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: