MODEL TRANSPORTASI SEHAT DAN TERTIB

14 Apr

spedaSering kita saksikan berita berita di TV, internet maupun surat kabar mengenai kemacetan lalulintas jalan raya di kota-kota besar di Indonesia khususnya kota Jakarta. Bagi Anda yang sudah pernah mengalami kemacetan di kota tersebut, mungkin akan lebih tahu bagaimana kondisi kemacetan yang sering terjadi, dan di alami ribuan pengguna jalan. Kalau di perhatikan mengapa sebabnya, sebenarnya ketidakmampuan jalan raya untuk menampung jumlah kendaraan yang tumpah ruah dijalan, baik mobil pribadi, umum maupun sepeda motor.

Bagaimana dengan kota di mana kita tinggal, apakah mengalami kemacetan seperti kota jakarta? untuk kota di jawa tengah tengah meskipun ada yang macet tetapi relatif masih terkendali dan itupun pada titik-titik khusus dan pada waktu tertentu. Sehingga kita relatif masih bisa bernafas lega ketika bepergian. Namun apakah kondisi sekarang akan sama dengan 5 atau 10 tahun kedepan? . Kalau dilihat peningkatan jumlah kendaraan bermotor setiap tahun, maka kemungkinan bisa mengalami nasib seperti Jakarta. Meskipun jalan-jalan dilebarkan, namun kemacetan akan selalu menghantui.

Ada beberapa solusi untuk mengatasi kemacetan, misalkan dengan menambah kendaraan angkutan massal, membuat jalan layang, atau pemberlakuan 3 in 1 seperti dijakarta. Sebenarrnya apa yang diinginkan para pengguna jalan, tentunya kenyamanan, keamanan, dan cepat sampai tujuan. Namun dengan pembuatan jalan layang atau memperlebar jalan akan memacu orang untuk menggunakan kendaraan bermotor dengan cepat, dan akan semakin menambah jumlah kendaraan bermotor. Disini penulis coba dengan suatu gagasan yang sebenarnya sudah banyak di usulkan yaitu dengan konsep mengarahkan pengguna jalan untuk beralih ke transportasi non BBM, model transportasi ini yang cocok yaitu sepeda ontel dan jalan kaki. Transportasi ini cocok khususnya untuk transportasi dalam kota.

Sepeda ontel merupakan alat transportasi yang murah, tanpa polusi dan menyehatkan, serta perilaku pengendara sepeda ontel cenderung lebih sopan karena kemampuan kecepatan yang terbatas, dan itupun dengan tenaga sendiri. Untuk jalan kaki sangat cocok jika jaraknya dekat kurang dari satu kilometer, pejalan kaki lebih mudah diatur dan menyehatkan. Untuk sekarang kedua model transportasi tersebut masih ada namun jumlahnya sangat sedikit. Karena kedua model transportasi tersebut sekarang cenderung lambat dan tidak aman. Hal ini terjadi karena sekarang etika berlalu lintas yang kurang tertib, dimana kendaraan salin beradu cepat dan saling mendahului serta tidak jelasnya jalur-jalur untuk jenis kendaraan sehingga semua jenis kendaraan tumpah ruah dalam satu jalur. Hal ini menyebabkan kesemrawutan berlalu lintas.

Dari tidak jelasnya pemisahan jalur jenis kendaraan, antara jalur lambat untuk kendaraan tidak bermotor dan jalur cepat untuk kendaraan bermotor, menyebabkan orang cenderung menggunakan kendaraan bermotor. Dari fenomena tersebut sebenarnya dapat diambil suatu titik solusi untuk mengatasi kemacetan dan kesemrawutan jalan raya. Pertama membuat jalur khusus untuk pengendara sepeda ontel, pisahkan pengendara sepeda onthel dengan pengendara motor, kedua fungsikan trotoar untuk pejalan kaki, dan bersih dari pedagang asongan ataupun tempat usaha lainnya.

Untuk menerapkan rencana diatas tentunya memerlukan tahap-tahap yang teratur dan terarah, tidak serta merta langsung diterapkan karena perlu waktu dan pembelajaran public akan etika dan kesadaran berlalu lintas. Disamping itu untuk menghindari gejolak di masyarakat terhadap dampak diberlakukannya program. Misalkan kasus ganti rugi jika lahannya di terjang untuk jalan, atau terjadinya penebangan pohon pelindung secara sembarangan. Untuk langkah pertama bisa menggunakan daerah percontohan atau percobaan, misalkan di salah satu jalan yang dianggap strategis atau ramai. Jalan tersebut di buat jalur khusus untuk kendaraan tidak bermotor dan khusus pejalan kaki. Dalam masa percobaan tersebut perlu adanya pemantaun dan evaluasi. Selain itu untuk pendidikan public agar mempunyai kesadaran untuk menggunakan sepeda ontel dan berjalan kaki yaitu dengan beberapa cara diantaranya, adanya aturan untuk anak sekolah dari tingkat SMP sampai SMA untuk menggunakan sepeda onthel, aturan untuk pegawai untuk PNS dan guru untuk menggunakan sepeda onthel pada hari-hari tertentu, misalkan Senin dan Kamis. Tidak hanya aturan-aturan yang sifatnya instruksi, namun perlu adanya lomba-lomba yang arahnya menggunakan sepeda onthel atau jalan kaki, misalkan sepeda santai, jalan santai, balap sepeda, ketangkasan bersepeda, sepeda hias, atau bahkan sepeda berhadiah bersambung .(ngangkasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: