OPINI DAN PENDAPAT SEBAGIAN WARGA TERHADAP PEMILU 2009

13 Apr

pemilu_2009Sampai sekarang berita-berita di media elektronik maupun media cetak didominasi mengenai pemilu 2009, mulai dari hasil sementara penghitungan pemilih, caleg dari kalangan selebritis, caleg yang kemungkinan gagal, sampai prediksi hasil pemilu 2009 dan kemungkinan capres dan cawapres nya. Kalau penulis perhatikan pembicaraan mengenai pemilu merata di semua kalangan, dari petani, pedagang, pegawai, baik pemuda, bapak bapak dan ibu-ibu.

Dengan biaya pemilu yang mencapai angka trilyunan, wajar pesta demokrasi lima tahunan menyedot perhatian semua warga indonesia, apalagi pemilu sekarang para caleg bersaing ketat tidak hanya dengan caleg dari partai lain, namun bersaing juga dengan caleg sesama partai. Sebelum penyonterengan 9 april , banyak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di beberapa kota sudah mengantisipasi dengan menyediakan kamar untuk terapi caleg yang gagal. Sampai tulisan ini di buat sudah ada pemberitaan mengenai caleg yang kemungkinan gagal menarik kembali sumbangannya yang sudah di berikan ke warga, bahkan ada caleg yang meninggal karena mendengar perolehan siaranya sedikit. Sehingga bisa dikatakan caleg merupakan orang yang paling sport jantung menjelang, selama penyontrengan dan setelah penyontrengan.

Bagaimana dengan pemilih biasa / warga yang tidak menjadi caleg? Tentu tanggapannya bertolak belakang dengan caleg. Para pemilih terlihat tenang-tenang saja, di tengah ancaman golput(golongan putih), masih terdapat harapan partisipasi aktif dari masyarakat. Dari beberapa tanggapan terangkum di bawah ini :

(tulisan di bawah ini adalah pengamatan penulis terhadap teman, tetangga dan orang-orang yang penulis temui).

1. Golput (golongan putih)

Penganut sistem ini sebagian besar orang yang terdidik, artinya yang bersangkutan mengetahui makna pemilu, namun dengan melihat kenyataan sekarang ini dimana banyak wakil rakyat yang tidak mengakomodir suara rakyat, seolah-olah lupa kepada rakyat yang memilihnya, apalagi banyaknya kasus tentang korupsi yang melibatkan DPR. Sebenarnya sebagian penganut sistem ini tahu siapa calegnya, justru karena tahu maka tidak memilih. Memang tidak di pungkiri sebagian para caleg yang maju belum kelihatan prestasi dan dedikasinya kepada rakyat

2. Golput (golongan pencari uang tunai)

Meskipun secara terang-terangan jarang orang yang mengharapkan di beri uang untuk memilih salah satu partai atau caleg, namun kadang terjadi suatu hal dimana ketika ada tim sukses memberikan brosur dan gambar caleg, mereka menanyakan amplopnya(uang dalam amplop). Bagi sebagian opportunis ini menggangap memberikan suara berarti ada imbalannya, karena bagi mereka hasil dari pemilu tidak penting, mereka beranggapan siapapun yang menjadi wakil rakyat tidak peduli pada mereka, tidak dapat meringankan beban hidup mereka, tidak dapat mensejahterakan mereka. Sehingga mereka mau memilih jika ada imbalannya.

3. Bimbang

Ini dialami oleh sebagian besar pemilih, masih ada keraguan mereka yang belum tahu pasti partai dan calegnya, ini diakibatkan sebagian besar partai menawarkan program-program yang ‘menggoda’ dari yang ‘murah’, ‘gratis’, ‘ makmur’ dll. Hal ini semakin membuat bimbang jika ada masukan atau topik pembicaraan yang seolah-olah mempromosikan atau menjelekkan partai teretentu. Untuk sebagian penganut ini pada akhirnya akan memberikan suara meskipun masih ada keraguan. Hal yang membahayakan adalah jika mereka di iming-imingi imbalan, sehingga dapat membelokkan pilihan mereka.

4. Binggung

Bingung, ya binggung karena penganut sistem ini tidak tahu partainya apalagi para calegnya, hal ini di karenakan mereka sebagian besar orang yang berpendidikan rendah tidak mengetahui perkembangan terbaru. Namun justru orang-orang seperti ini jumlahnya banyak terutama mereka yang tinggal di pedesaan. Bagi mereka yang pekerjaan petani lebih penting memikirkan tanaman, pupuk yang murah serta tersedia dan jika panen harganya sebanding dengan modalnya serta dapat keuntungan. Bagi pedagang mereka lebih tertarik dengan barang dagangannya dan keuntungan yang bisa diperolehnya, mereka semua kadang bingung kalau di tanya apa pilihan dalam pemilu nanti, “yang penting saya bisa makan dan membiayai sekolah anak-anak, pemilu…..terserah nanti…”

5. Pasti

Ada sebagian pemilih sudah mantap memilih partai atau calegnya, hal ini dikarenakan karena mereka sudah melihat bukti dan dedikasi pilihannya, namun yang menarik ada yang memilih karena ikatan emosi, misalkan memilih partai yang melambangkan keberanian, atau namanya melambangkan perjuangan pada golongan tertentu. Ada juga pemilih karena saudaranya atau orang yang di kenal menjadi caleg, hal ini wajar karena memang sebaiknya memilih sesuai yang dikenal.

6. Tidak Tahu

Ya’ … tidak tahu !, ada pemilih yang tidak tahu karena tidak mau tahu, pemilih ini sudah apatis dan hilang kepercayaan dengan namanya pemilu, memang penganut sistem ini jumlahnya sedikit. Tapi ada juga orang yang benar-benar tidak tahu, biasanya orang yang sudah tua, tinggal di pedesaan dimana sibuk dengan pekerjaan yang pengasilannya tidak seberapa. Mereka tidak tahu kalau mau ada pemilu, toh kalau di beri tahu tidak mengangap penting, baginya yang lebih penting adalah ada uang atau bahan makanan untuk makan hari ini dan besuk hari.

7. Lihat situasi

Nah ini yang kadang sering penulis jumpai, kalau di tanya tentang penyontrengan jawabannya lihat situasi, artinya pemilu tidak terlalu penting, lebih penting urusan pekerjaan atau kondisi keuangannya. Kalau lagi ada uang mungkin memilih liburan untuk refresing, kalau ada job/proyek mungkin memilih proyek karena mendatangkan uang, jadi lihat situasi bisa ya bisa tidak, lihat sikon.

Kondisi di atas mungkin dialami oleh pemilih di daerah lain, meskipun berbagai macam tanggapan tentang pemilu namun bagaimanapun juga pemilu sangat penting bagi bangsa indonesia, kalau diibaratkan sebuah rumah dimana terdiri dari pondasi sampai atap dan mempunyai komponen-komponen yang saling melengkapi dan tidak bisa berdiri sendiri, tidak boleh saling meremehkan satu sama lain. Setiap warga mempunyai peran masing-masing, jika semua bersatu dan berperan sesuai dengan porsinya diharapkan Indonesia semakin berkembang dan maju

Bagaimana dengan pilpress yang sebentar lagi di langsungkan? kita semua mengharapkan adanya perbaikan-perbaikan berdasarkan pemilu 9 april, sehingga kekurangan-kekurangan pemilu kemarin dapat di perbaiki. Siapapun capres dan cawapresnya, mereka adalah manusia bukan malaikat atau dewa, artinya beliu-beliu tersebut mempunyai kelemahan dan kekurangan yang pernah dilakukan dan mungkin bisa berbuat salah, dengan dasar tersebut kita mempunyai pilihan untuk memilih salah satu dari capres dan cawapresnya, yang di anggap paling baikbaik dan baik. The best of the best.(ngangkasi)

Satu Tanggapan to “OPINI DAN PENDAPAT SEBAGIAN WARGA TERHADAP PEMILU 2009”

Trackbacks/Pingbacks

  1. kampanye damai pemilu indonesia 2009 - April 24, 2009

    kampanye damai pemilu indonesia 2009…

    Melalui blog ini, saya ikut mengajak para blogger indonesia untuk menyerukan aksi Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: