CATATAN PEMILU 2009 DI SALAH SATU KPPS DI PURWOREJO

11 Apr

Pesta demokrasi baru saja dilaksanakan, sampai tulisan ini(jumat 10 April) dibuat masih dilakukan penghitungan suara yang masuk, secara nasional hasil sementara Partai Demokrat unggul dengan suara 19,6 % disusul oleh Partai Golkar 14,9 % suara dan PDI perjuangan 14,6 % suara, urutan ke empat PKS disusul oleh PAN. Ada kejutan pada pemilu 2009 dimana menurut perhitungan cepat Partai Demokrat melejit dengan suara yang terbanyak dengan jarak yang cukup jauh dengan Golkar dan PDI perjuangan.

Sebagai salah satu panitia KPPS, penulis ikut terlibat dalam agenda pemilu 2009. Rabu mulai jam 14.00 persiapan tempat untuk penyontrengan, kebetulan KPPS nya berada di salah satu ruang gedung TK. Dengan tujuh panitia KPPS dan dua PAM KPPS mempersiapkan segala sesuatu untuk persiapan hari H pemilu, mulai dari membersihkan ruangan, memasang kertas contoh surat suara, mengangkut dan menata kursi, meja , bilik suara, memasang kabel dan lampu penerangan ruangan serta pengambilan surat suara. Kegiatan sempat istirahat menjelang mahrib sampai isyak. Pada malam hari mulai ramai oleh orang yang sekedar ingin melihat-lihat, atau para saksi yang menyerahkan surat kuasa untuk menjadi saksi. Beberapa kali datang dari petugas, baik dari desa maupun kepolisian. Sampai menjelang dinihari penulis ngobrol seputar pemilu dengan anggota kepolisaan seputar pemilu.

Kamis 9 April mulai pukul 6 geliat pemilu di beberapa KPPS sudah mulai terlihat, beberapa petugas sudah mulai datang dan mempersiapkan hari penyontrengan. Untuk KPPS penulis juga tidak ketinggalan, setelah mempersiapkan dengan teliti, jam 7 sudah siap, namun karena yang hadir baru panitia dan tujuh saksi maka belum dimulai. Puku 7.20 sudah datang beberapa pemilih, selanjutnya diadakan upacara pembukaan di ruangan. Setelah pembacaan sumpah anggota KPPS maka satu persatu kotak suara di buka dan diambil isinya(surat suara, alat tulis, berita acara , tinta, dll) lalu dihitung dan di persiapkan, penulis bertugas sebagai panitia KPPS 3 bagian menulis surat suara.

Pertama kali pemilih melakukan penyontrengan di bilik suara terjadi kesulitan karena binggung dengan isi surat suara, dan ini sering terjadi pada orang-orang yang rata-rata sudah tua dan belum pengalaman. Ada beberapa catatan yang menarik selama penyontrengan, yaitu :

  1. Puplen tidak keluar tinta karena belum di pencet

Ini terjadi ketika seorang pemilih perempuan yang sudah berumur melakukan penyontrengan (yang bersangkutan seorang petani yang biasa pegang sabit dan alat bercocok tanam) , karena tidak biasa pegang pulpen, maka tidak mengetahui kalau pulpennya belum di pencet sehingga ketika pulpennya untuk menyontreng tidak keluar tintanya.

2. Tidak jelas melihat gambar / pandangan kabur

Ini hampir semua dialami oleh pemilih yang sudah tua, untuk membuka surat suara saja masih bingung apalagi setelah melihat isinya, rata-rata mengeluh tidak jelas melihat gambar pada surat suara. sehingga ketika mau menyontreng kesulitan, ketika melipat surat suara juga binggung tidak bisa sehingga bisa memakan waktu 5 menit

3. Orang tua mau pulang kesasar

Ini terjadi pada orang perempuan tua, setelah melakukan penyontrengan yang bersangkutan terpisah dari rombongan sehingga ketika pulang salah jalan, padahal orang tersebut penduduk asli. Apakah pusing karena melihat surat suara?

4. Binggung dengan surat suara

Pemilih biasanya sebelum mendapatkan surat suara antri menunggu giliran untuk di panggil, pada situasi tersebut banyak yang bertanya-tanya tentang bagaimana menyontrengnya, ketika menerima empat lipatan surat suara binggung lagi karena merasa banyak sekali setelah membuka surat suara juga binggung dan tidak bisa membedakan isi keempat surat suara. Cape’ dech

5. Baru tahu nama aslinya

Ini di alami oleh penulis, padahal tiap hari bertemu tapi baru tahu nama aslinya / nama KTP , sehingga ketika mendengar namanya di panggil tidak tahu orangnya tapi setelah yang bersangkutan datang, o.. ternyata namanya itu, kadang orang lain juga berkomentar tentang nama yang tidak dikenal tapi ternyata sudah kenal orangnya. Hal ini karena di tempat tinggal biasa mengenal nama panggilan atau aliasnya.

6. Ada orang yang mau lihat kiri kanan karena binggung

Pemilih ketika berada di bilik suara biasanya binggung karena melihat kertas suara, kalau sudah begini biasanya mereka melihat samping kanan kiri, pada situasi ini biasanya petugas dan saksi memberikan peringatan, tapi ini sering terjadi. Hal ini dikarenakan sebagian besar pemilih adalah petani yang tidak terbiasa dengan tulis menulis dan membaca.

7. Susah melipat

Kasus ini sering terjadi, biasanya hal ini membuat waktu menyontreng lama, di samping kertas suara yang lebar, bilik suara juga berpengaruh karena ukuranya yang cukup sempit untuk ukuran kertas suara yang lebar.

8. Panitia kehausan

Panitia sangat sibuk melayani pemilih, disamping waktu yang dibatasi sampai jam 12, juga faktor pemilih yang kadang membuat panitia harus ekstra untuk mengawasinya. Hal ini kadang tidak sempat untuk sekedar minum sehingga kadang sampai merasa kehausan.

Jam 12 tepat penyontrengan selesai, selanjutnya istirahat sejenak sekedar makan dan sholat. Jam 13 dilanjutkan dengan penghitungan surat suara, pada proses ini tidak mengalami kendala yang berarti disamping rasa capek namun tetap semangat untuk terus menyelesaikan pekerjaan, dari pengitungan isi 4 kotak suara memakan waktu hampir 6 jam, dari 292 calon yang terdaftar yang hadir 188, yang tidak hadir karena sebagian besar pemilih yang merantau di luar daerah dan tidak pulang kampung. Adapun peringkat 7 besar perolehan suara di KPPS penulis adalah PDI, PKS, Demokrat, PKB, PAN, Golkar, Gerinda dan PPP

Setelah selesai penghitungan surat suara dilanjutkan dengan pengisian berita acara yang terdiri dari berita acara DPR – DPD, DPRD Jateng dan DPRD Purworejo, pengisian ini memakan waktu hampir 4 jam karena rumit dan banyak. Pada proses ini para saksi mengeluhkan karena mereka membubuhkan banyak tanda tangan. Ada yang berkomentar sebaikknya partainya jangan banyak-banyak supaya tidak susah seperti ini.

Pada akhirnya proses penghitungan dan membuat berita acara selesai malam itu juga kotak suara di bawa oleh petugas, dengan nafas yang lega semua dapat beristirahat, karena semua sudah selesai dan tidak halangan yang berarti, Jumat pagi panitia KPPS masih bekerja untuk membereskan tempatnya dengan mengembalikan seperti semula.

Dari pengalaman sebagai penitia KPPS penulis menilai bahwa warga sebenarnya antusias untuk ikut mensukseskan pemilu, hal ini terlihat dengan mereka berbondong-bondong datang ke tempat pemunggutan suara, meskipun ada yang tidak datang dikarenakan mereka bekerja di luar daerah dan ada yang sudah lanjut usia.

Satu Tanggapan to “CATATAN PEMILU 2009 DI SALAH SATU KPPS DI PURWOREJO”

  1. M Shodiq Mustika April 11, 2009 pada 2:45 am #

    ceritanya menarik
    begitu polos….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: