PURWOREJO, PERANTAU, & INVESTASI

8 Apr

Kabupaten purworejo merupakan suatu daerah di kedu selatan yang dikenal dengan slogan adem ayem tentrem, hal ini memang terlihat dengan dinamika kehidupan yang relatif tenang. Mungkin Anda yang biasa di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang dsb, maka akan beda dengan purworejo dimana mulai sore sudah terasa sepi, jika waktu pukul 17.00 angkot atau Angkudes sudah mulai jarang bahkan tidak ada, jika diatas pukul 19.00 sudah sepi, keramain masih ada khususnya di pusat-pusat kota seperti alun-alun.

Purworejo merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya adalah petani, karena purworejo dikenal sebagai lumbung padi untuk daerah kedu selatan. Selain petani juga pedagang dan pegawai negeri dan swasta. Dengan kondisi tersebut banyak para pemuda yang merantau di luar daerah misalkan Jakarta, Bandung dll, karena pekerjaan di purworejo memang agak susah, jika mau menjadi petani, namun sebagian memilih merantau. Banyak yang mencoba menjadi PNS namun itu cukup sulit. Purworeja bukan daerah industri sehingga untuk bekerja di sektor ini harus ke luar daerah meskipun sudah ada pabrik di purworejo namun jumlahnya sedikit sehingga belum bisa menampung semua angkatan kerja , misalkan pabrik rokok dan pabrik sumpit.

cimg0015

Bagi warga purworejo yang kebetulan merantau ke luar daerah mungkin ada yang sudah sukses atau masih terus berjuang. Namun dimananpun kita berada sebenarnya tidak masalah, kita bisa berkarya dan berguna bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Sebenarnya warga purworejo yang tinggal di luar daerah bisa memanfaatkan potensi purworejo, ini dilakukan bisa sebagai tabungan dan bekal hari tua, karena bagaimanapun juga Purwroejo merupakan kampung halaman dimana kita dilahirkan dan sanak famili kita berada.

Untuk memanfaatkan potensi purworejo tentunya kita membutuhkan dana atau investasi, namun sebaiknya hilangkan dulu jika ada anggapan dana atau investasi membutuhkan nilai uang yang besar (jut jut), dalam uraian dibawah ini penulis sebutkan beberapa investasi yang membutuhkan dana dari yang sedikit sampai yang besar.

  1. Tanaman keras.

Sekarang ini purworejo di kenal sebagai daeah penghasil bibit tanaman, dari tanaman jeruk, albe, jati , mahoni dsb. Untuk saat ini tanaman albe(albesia) merupakan tanaman yang cepat menghasilkan uang. Dengan umur yang relatif masih muda (tahun) , pohonnya bisa di jual dan mudah untuk dijual/laku keras. Jika Anda mempunyai tanah pekarangan bisa di tanami tanaman ini, dengan harga bibit 500,- per pohon, Anda bisa mengitung kira kira kalau menanam 100 pohon berarti hanya butuh 50.000. Memang dalam prosesnya ada yang mati, namun jika 50 pohon bisa hidup dan laku seharga 250.000, cukup lumayan.

Untuk mengatur masa panen sebaikknyan menanamnya tidak serentak, misalkan bertahap setiap tahun. Maka nantinya setiap tahun Anda bisa panen. Jika menginginkan masa waktu yang lama untuk panen ( diatas 10 tahun), bisa menanam pohon mahoni atau jati. Pohon albe,jati dan mahoni tidak banyak membutuhkan perawatan.

cimg0007

  1. Hewan Piaraan

Untuk menjalankan usaha ini dibutuhkan kerjasama dengan orang lain, yaitu warga yang tinggal di purwrorejo, ini bisa saudara atau tetangga. Hewan yang biasanya misalkan ayam, kambing, sapi dan kerbau. Sistem yang biasa digunakan adalah Gaduh, misalkan jika seekor kambaing beranak dua, maka satu anak kambing untuk pemilik modal , satu lainnya untuk yang memelihara. Sedangkan induknya untuk pemilik modal.

  1. Penanaman Modal Usaha

Untuk yang ini biasanya adanya kerja sama dengan orang lain dengan keuntungan sesuai kesepakatan, namun untuk jenis ini sebaiknya hati-hati karena jika orang yang di percaya tidak bisa memegang amanah maka Anda yang rugi.

  1. Investasi dalam bentuk Tanah

Bagi Anda yang mempunyai dana lebih bisa menggunakan untuk investasi tanah, baik sawah maupun pekarangan. Nilai tanah cenderung terus naik, setelah tanah di beli bisa di sewakan ke orang lain dengan sistem bagi hasil, misalkan dengan uang 10 juta bisa membeli sawah seluas 20 ubin ( 1 ubin 14m persegi) atau setara 280 m persegi, atau dengan 30 juta bisa membeli tanah 50 ubin. Namun nilai tanah tergantung dari letak dan lokasi.

Untuk investasi ini memang tidak mudah karena

a. Tidak setiap saat ada orang jual tanah, istilahnya ono rego ora ono barange’

b. Di perlukan kehati-hatian karena untuk urusan tanah biasanya agak rumit, sebaiknya di pastikan tanah yang dibeli bukan tanah sengketa atau tanah warisan yang hak ahli waris lainnya belum diselesaikan (masih milik bersama)

Dari pengamatan penulis ada perantau yang dulunya menabung tanah dan ketika pulang kampung sudah punya modal untuk bekal usaha di kampung.

Selain membeli tanah dapat juga membeli untuk desewakan, biasanya berupa tanah sawah, atau di kenal dengan membeli tahunan.

cimg0001

Dalam ilmu ekonomi jika investasi mengandung resiko yang tinggi, maka keuntungannya juga tinggi, jika resikonya rendah maka keuntungannya juga rendah/kecil. Tentunya kita bisa menentukan investasi apa yang cocok untuk saat ini, belum berinvestasi juga merupakan suatu pilihan

Dari semua penjelasan di atas merupakan alternatif untuk warga purwoejo yang ingin berinvestasi di purworejo, keputusan ada di Anda masing-masing. Kalau memang sudah mantap di tempat tinggal sekarang dan berinvestasi dalam bentuk yang lain atau di daerah lain, tidaklah masalah. Namun investasi itu perlu karena suatu saat pasti di butuhkan.

2 Tanggapan to “PURWOREJO, PERANTAU, & INVESTASI”

  1. Punkie September 24, 2009 pada 8:24 pm #

    Hayo sapa yg mau jual tanah? atau tau orang yang mau jual tanahnya, aku lagi cari nihhh…maunya daerah Loano-bener

  2. tuti Januari 24, 2010 pada 11:28 am #

    sungguh pamandangan yg menakjubkan,,,,,aq jd pengen cepet2 plg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: