PEMILU 2009

6 Apr

Pemilu sekarang di kenal dengan nama mencontreng, beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang lebih di kenal ‘coblosan’. Meskipun masih ada polemik antara mencontreng dan menyoblos, namun KPU tetap membolehkan pemilih yang menjoblos.

Pemilih nantinya melakukan empat kali pencontrengan, artinya pemilih mendapat empat kertas suara yang yaitu warna kuning untuk surat suara DPR-RI, warna merah untuk DPD, Biru untuk surat suara DPRD Propinsi dan Hijau untuk surat suara DPRD Kabupaten/kota.

Melihat contoh kertas suara yang akan ci contreng, sudah ada bayangan bahwa tidak semua orang paham akan partai atau caleg yang akan di contreng, karena dengan banyaknya pilihan yang tertera di kertas suara. Pengalaman penulis membagi kartu undangan untuk pemilih, sebagian besar masih belum paham bagaimana memberikan suara, dan ini ditambah dengan kesulitan teknis melakukan contrengan. Indikasi ini terlihat ketika calon pemilih membaca surat undangan untuk mencontreng, sebagian harus menggunakan kaca mata. Ketika di minta untuk menandatangani surat bukti menerima undangan, sebagian besar masih sulit untuk menuliskan nama dan tanda tangan.

Memang ini terjadi pada calon pemilih yang berusia diatas 5 tahun. Untuk orang yang sudah usia lanjut bahkan harus dituntun untuk memberikan tanda tangan. Namun bagaimanapun juga pemilu sekarang beda dan lebih demokratis. Meskipun masih ada kekurangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: