DEMAM PANGGUNG

1 Apr

Istilah demam panggung sudah lazim kita dengar, dan mungkin diantara kita pernah mengalaminya. Demam panggung biasa terjadi jika sesesorang akan berpidato/berbicara di depan umum dalam suatu pertemuan atau forum. Tulisa berikut akan membahas tentang demam panggung, namun bukan berarti penulis adalah MC (master of seremony) atau orang yang pandai berbicara didepan umum, dan bukan seorang motivator ulung. Namun penulis mencoba untuk sharing tentang pengalaman berbicara di depan umum.

Sebenarnya berpidato gampang-gampang susah, artinya meskipun ada susahnya sebenarnya tidak terlalu sulit, sehingga semua orang sebenarnya bisa asalkan mempunyai kemauan dan keberanian. Dalam berpidato kita dituntut dapat menguasai diri sendiri dan menguasai peserta/forum. Menguasai diri sendiri artinya kita tidak grogi, percaya diri berani melawan keraguan. Perasaan gugup dan ketakutan biasanya pasti ada, namun jika berani melangkah tampil ke depan dan berbicara, rasa gugup dan grogi cenderung hilang. Selanjutnya untuk menguasai forum perlu trik-trik khusus.

Coba kita renungkan dan tanyakan pada diri sendiri, apakah semua orang yang ada didepan kita kalau diminta bicara didepan sanggup dan bisa? Belum tentu, mereka mungkin tertawa atau berbisik-bisik ketika kita pidato, namun jika diminta yang pidato mereka, belum tentu bisa. Artinya kita jangan berkecil hati dan tetap percaya diri. Sehingga untuk menguasai forum adalah pertama sebelum kita mulai berbicara, coba tatap (sebentar) semua orang dari depan sampai belakang, berikan senyuman. Tatapan mata dan senyuman yang menyapu semua mata forum/peserta menunjukkan bahwa kita memang layak tampil di depan. Kunci sukses dalam pidato adalah lima menit pertama, jika lima menit pertama kita sanggup memberikan kesan yang baik, maka selanjutnya kita sukses berpidato.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah kita harus menguasai materi yang akan kita sampaikan, sehingga kita harus mempersiapkan secara matang. Kekurangsiapan materi dapat menyebabkan kita kehabisan bahan untuk berbicara,dan jika kita pada posisi seperti itu, jika kita tidak bisa menguasai diri sendiri dan peserta maka kita akan gugup dan lidah terasa kaku, namun jika kita bisa mengusai keduanya maka yang kita bicarakan ‘ngalor-ngidul’ tidak terarah dan melebar dari topik. Namun tujuan utama pidato adalah pesan dan apa kita sampaikan dan diterima dan diserap peserta.

Berbeda dengan berpidato, dalam mengajar atau sebagai pembicara di depan peserta seminar atau pelatihan, kita harus bisa transer knowledge . Artinya materi yang kita sampaikan harus bisa diserap oleh peserta. Adakalanya pembicaranya pandai, namun peserta atau siswa tidak bisa menyerap materi yang di sampaikan. Hal ini berarti pembicaranya kurang mampu dalam menyampaikan materi. Satu hal yang perlu diperhatikan kalau kita sebagai pembicara, disamping kita menguasai materi yang akan di sampaikan, kita harus mengenal peserta dalam hal kemampuan, latar belakang, motivasi mengikuti acara. Sebelum memulai berbicara, ajaklah peserta untuk respek dan suka kepada kita. Caranya kita bisa menyampaikan humor untuk selingan. Baik di awal atau di tengah acara. Jika perserta mulai bicara sendiri, coba diam sejenak, lalu coba menanyakan suatu topik kepada salah satu dari mereka, untuk memberikan sentuhan perhatian.

Ada trik untuk membuat peserta/siswa tertarik dan dapat menyerap materi yang kita sampaikan (bersambung)

2 Tanggapan to “DEMAM PANGGUNG”

  1. Achmad Djunaedi Darmawan Maret 9, 2015 pada 11:21 pm #

    Ass wrwb, komentarmu singkat saja…. berlatih, ….berlatih…., dan berlatih lama lama menjadi biasa selamat berlatih, ketika ada kesempatan untuk bicara didepan umum atau forum majulah…

  2. Achmad Djunaedi Darmawan Maret 9, 2015 pada 11:22 pm #

    Ass wrwb, komentarku singkat saja…. berlatih, ….berlatih…., dan berlatih lama lama menjadi biasa selamat berlatih, ketika ada kesempatan untuk bicara didepan umum atau forum majulah…

    BALAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: