ANEH ‘NGANEH-ANEHI’

29 Mar

Kamis 26 Maret saya mendapat undangan di Balai desa untuk menghadiri acara sosialisasi PJM yang diadakan oleh lembaga keswadayaan masyarakat(LKM) Manunggal desa. Dalam undangan tertera acara dimulai pukul 09.00 – selesai. Dengan mantap jam 08.55 saya sudah sampai di tempat acara, di buku kehadiran baru ada 6 daftar undangan yang sudah datang, sehingga saya mengisi daftar hadir di no 7. Untuk menunggu acara dimulai, saya habiskan untuk sekedar ngobrol dengan teman-teman ngalor-ngidul tentang pemilu. Baru jam 10.15 acara dimulai, itupun baru setengah undangan yang datang, seiring dengan jalannya acara , maka undangan terus berdatangan

Fenomena diatas sudah lazim terjadi, baik di acara-acara hajatan, rapat atau acara yang sifatnya resmi ataun tidak resmi, biasanya acara dimulai 1 jam dari jam yang tertera di undangan, bahkan biasanya kalau mengadakan acara pada undangan ditulis waktunya 1 jam lebih awal. Sehingga ketika acara ingin dimulai, para undangan sudah hadir. Misalkan acara dimulai pukul 9, maka di undangan ditulis pukul 8, karena sudah maklum akan budaya jam karet.

Jarang terjadi jam undangan bisa tepat waktu, karena jika dipaksakan tamu yang datang masih sedikit dan mungkin panitia penyelenggara belum siap, bagaimana kita menghadi hal-hal seperti ini? Jika kita adalah termasuk tamu undangan sebaiknya datang tepat waktu, namun mempersiapkan diri jika terjadi keterlambatan acara, misal dengan mengenal lingkungan acara dengan berbincang-bincang dengan tamu lain, atau jika mungkin dengan pihak panitia atau kita bisa mengerjakan hal-hal kecil, misalkan menelepon atau sms.

Jika kita posisi sebagai pihak yang mengundang, maka kita harus siap segalanya 30 menit sebelum acara dimulai (sesuai jam di undangan). Jika pada saat jam yang ditentukan dimulai namun undangan belum memenuhi kuota, sampaikan ke forum/para undangan bahwa acara siap dimulai namun berhubung belum banyak yang datang maka diisi dengan acara lain sambil menungu tamu undangan datang , misalkan dengan menyetel music, film dsb. Usahakan jangan lebih dari 30 menit, jika sudah 30 menit acara dimulai meskipun tamu belum semua hadir.

Jika kita adalah sebagai pengisi acara/ pembicara, kita harus siap 15 menit sebelum acara dimulai, dan siapkan alternative materi jika terjadi penundaan acara, misalkan dengan memutar film, music atau kita bisa berbincang-bincang dengan tamu undangan. Jika setiap acara waktunya molor, betapa membosankan, begitu berharganya waktu hanya terbuang sia-sia, sehingga kita harus mempersiapkan alternative, yang penting kita siap.

Seandainya setiap acara kita bisa memulai acara sesuai jadul, tentunya itu sangat bagus dan perlu diteladani, namun hal tersebut terlihat aneh, ya sesuatu yang baik namun terkesan nganeh-anehi, apakah itu budaya kita, kita terbiasa kepada hal-hal yang kurang disiplin, namun kita anggap umum dan wajar. Namun jika kita mencoba baik dan beda justru itu kurang sesuai . bagaimanapun juga kita harus berani mendobrak budaya yang kurang baik, namun dengan cara-cara yang bertahap, jangan langsung secara sporadis, kita harus memberi pelajaran namun tanpa menghilangkan nilai-nilai kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: