LUPA PELUPA DILUPAKAN

25 Mar

Akhir-akhir ini ramai oleh beraneka macam poster-poster, pamflet dan sanduk serta baleho tentang calon legislatif. Di sepanjang jalan banyak pamflet yang dipasang dipohon atau ditancapkan di pinggir jalan. Hampir tidak ada ruang kosong di sepanjang jalan yang luput dari media promosi para caleg. Disamping itu kini marak adanya kampanye parpol menjelang pemilu, aneka acara diadakan untuk menarik para calon pemilih untuk datang dan meramaikan acara kampanye. Ada yang mengemas dalam bentuk pentas musik, pembagian sembako atau hadiah motor (di Yogyakarta).
Sadar atau tidak sebenarnya kampanye sudah merambah ruang pribadi kita atau rumah dimana kita tinggal, coba perhatikan iklan-iklan di TV, berbagai parpol menampilkan program yang ditawarkan, prestasi yang diraih, dan harapan yang dijanjikan. Bagaimanapun juga kampanye merupakan ajang untuk merebut simpati masyarakat, baik dengan menyampaikan janji atau mengkritik situasi sekarang yang dianggap belum mensejahterakan rakyat.
Berbagai tanggapan dari masyarakat tentang pemilu, kampanye dan iklan parpol ,tentunya ada yang tertarik dan simpati, ada juga yang acuh tak acuh atau ada yang apatis. Berbagai macam tanggapan seakan tidak mempengaruhi agenda pemilu yang terus dilaksanakan. Sampai berita ini di tulis banyak terdengar kabar berita dari TV tentang polemik daftar pemilih tetap yang diindikasikan ada penggelembungan sehingga ada parpol yang mengusulkan pemilu di tunda.
Kalau dilihat iklan partai, kampanye , dan aneka poster, baleho dan pamflet dapat ditarik satu kesamaan yang tersurat dan tersirat yaitu adanya janji, harapan jika partai atau caleg memenangkan pemilu dan terpilih, namun apakah setelah terpilih mereka akan konsisten dengan janji dan harapan yang pernah di sampaikan . Belajar dari pemilu sebelumnya yang banyak anggaota DPR/DPRD atau kepala daerah yang terkena kasus korupsi, disisi lain masih banyak rakyat yang menderita dan hidup di bawah garis kemiskinan, mungkin wakil rakyat lupa akan janjinya , namun bagaimana dengan rakyat . Apakah masih ingat akan janji wakilnya yang dulu disampaikan, Jangan-jangan lupa atau menjadi pelupa karena iming-iming sebelum coblosan. Pelupa sepertinya sudah lazim ketika pemilu selesai.
Jika budaya Lupa dan Pelupa membudaya , maka akan muncul fenomena dilupakan, yaitu DPR/DPRD lupa akan rakyat dan rakyat lupa akan wakilnya yang dulu dipilih. Namun harapan kita pemilu 2009 berjalan lancar, aman jujur dan adil . Ingat 9 april 2009 . Apapun partainya kita tetap bersudara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: