MENANAM UNTUK KEHIDUPAN SEKARANG DAN MASA DEPAN

20 Mar

Tanaman merupakan salah satu makhluk hidup yang ada di muka bumi. Macam-macam tanaman yang ada di muka bumi mencapai ribuan jenis yang tersebar di seluruh negara, tanaman bisa tumbuh di tanah, air atau di bawah air, dilihat dari fungsi ada tanaman untuk obat-obatan, sumber makanan(bisa berupa buah, daun, batang, maupun akarnya), bahan bangunan, pakaian, perabotan/furnicure dan lainnya. Namun fungsi tanaman yang sangat penting adalah menghasilkan mengolah karbon menjadi oksigen.

Dilihat dari umurnya bermacam-macam tergantung dari jenisnya. Ada tanaman yang umurnya sampai ratusan tahun, tapi ada juga tanaman yang umurnya hanya beberapa bulan. Tanaman baru bisa tumbuh dari biji, batang, akar , daun maupun tunas. Tergantung jenis tanamannya. Manusia, angin, air dan binatang berperan dalam penyebaran benih tanaman baru, sehingga tumbuh tanaman baru. Burung dan kelelawar adalah salah satu binatang yang ikut menyebarkan biji-biji tanaman ke tempat lain. Adanya tanaman dan penyebaran tanaman baru oleh angin, air dan binatang sudah berlangsung beribu-ribu tahun yang lalu.

Dalam sejarah kehidupan terdapat tali ekosistem yang saling berhubungan antara manusia, binatang dan tumbuhan, ada sebagaian jenis binatang yang memakan tumbuhan(herbivora), binatang yang memakan binatang (carnivora) manusia memakan tumbuhan dan binantang (omnivora). Begitu pentingnya tanaman bagi manusia sehingga manusia tidak bisa lepas dari tanaman. Ini dibuktikan sejak manusia diciptakan sampai sekarang selalu hidup berdampingan dengan tanaman.

Manusia di jaman purbakala ada yang membuat tempat tinggal diatas pohon untuk berlindung dari serangan binatang buas. Sampai sekarang tanaman digunakan untuk membuat rumah yaitu berupa kayu yang diambil dari pohon. Tanaman merupakan sumber daya yang bisa diperbaharui, artinya dapat diproduksi. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan tanaman baik berupa kayu maupun buah semakin banyak, sehingga menyebabkan tanaman yang belum mencapai usia yang cukup digunakan untuk keperluan manusia. Disisi lain manusia berusaha menemukan formula untuk memacu agar tanaman yang ditanam segera dapat dipetik hasilnya.

Ada ungkapan ‘Tanamlah pohon supaya anak cucu kita dapat memetik hasilnya’. Diperlukan jiwa yang besar untuk meresapi ungkapan diatas. Mengapa bukan kita yang memanen/memetik hasil apa yang kita tanam? Beberapa jenis tanaman memerlukan waktu puluhan tahun agar dapat berbuah atau di ambil kayunya. Sehingga sebagian kita tidak sabar untuk memetik hasilnya. Ada satu contoh pertanyaan yang sekilas cukup realistis ‘ Kalau saya menanam pohon rambutan berapa tahun lagi saya dapat memetik hasilnya?’. Kalau kita mau memisahkan ungkapan antara menanam pohon rambutan dengan makan buah rambutan, maka tidak perlu muncul pertanyaan kapan memetik hasil buah rambutan. Ada beberapa pertimbangan :

a. Kalau kita mau makan buah, kita bisa beli atau minta(kalau ada). Tidak perlu menunggu tanaman yang kita tanam berbuah.

b. Waktu akan terus berjalan, satu tahun , dua tahun, lima tahun dan seterusnya tanpa memperhatikan Anda (tanpa mengabaikan takdir kehidupan)

c. Bayangkan dan renungkan 10 tahun dari sekarang jika Anda menanam atau tidak menanam pohon, artinya waktu tetap berjalan dan 10 tahun akan berlalu.(kalau anda tidak menanam ‘coba kalau dulu saya menanam, pasti sekarang sudah berbuah’)

d. Kalau kita tiap hari menanam tanaman, maka tanpa terasa nantinya tiap hari akan memetik hasilnya.

e. Coba kita cermati dilingkungan kita apakah kayu, buah, sayuran, pohon perindang, dan tumbuh-tumbuhan lain yang bisa kita nikmati adalah tanaman yang kita tanam?

Mungkin timbul pertanyaan, urusan menanam adalah pekerjaan petani, mungkin kita adalah pegawai, karyawan, seniman, artis, pejabat, yang jarang ke kebun atau sawah. Atau ada juga ungkapan ‘saya tidak punya tanah/kebun, rumah aja masih kontrak’. Tanpa mengkesampingkan siapapun kita, pada dasarnya kita mempunyai apa yang kita bisa. Kita bisa mempraktikkan menanam tumbuhan. Caranya….ambilah segenggam tanah letakan di tempat yang bisa menampung tanah tersebut, bisa gelas retak, tempurung kelapa, plastik bekas minuman dll, basahi tanah tersebut. Lalu tanamlah sebiji (bisa kacang hijau, kedelai, gabah/bukan beras, jagung dll) sedalam 0,5 cm dibawah permukaan tanah. Letakkan di tempat yang aman, sirkulasi udara lancar dan terang (terkena sinar matahari langsung maupun tidak langsung) lalu lupakan selama dua hari.

Setelah dua hari lihatlah apa yang terjadi, apakah tumbuh? Kalau biji yang ditanam tidak jelek maka 95% akan muncul kecambah, paling tidak akan muncul rekahan tanah yang terdorong keatas oleh biji yang menjadi kecambah. Selanjutnya setiap pagi atau sore sepulang Anda kerja siram dan amati pertumbuhannya. Coba selama seminggu apa yang anda rasakan, Mungkin perasaan Anda mengamati proses pertumbuhannya jauh berarti dari pada Anda memetik buahnya.

Kalau itu benar maka Anda setiap hari akan memetik hasil dari pekerjaan Anda menanam. Coba kalau yang Anda tanam adalah tanaman lain, mungkin jenis bunga, tanaman buah atau lainnya. Sebelum tanaman yang Anda tanam berbuah, sebenarnya Anda sudah memetik hasilnya. Jadi ungkapan ‘Tanamlah pohon supaya anak cucu kita dapat memetik hasilnya’. Itu memang tepat, tapi sebenarnya sebelum anak cucu kita memetik hasilnya, Kita lebih dulu yang menikmatinya.

Jadi tanamlah tanaman di sekitar untuk kehidupan sekarang dan masa depan yang lebih baik. Amin….

Satu Tanggapan to “MENANAM UNTUK KEHIDUPAN SEKARANG DAN MASA DEPAN”

Trackbacks/Pingbacks

  1. komentar « Rngangkasi’s Blog - Maret 22, 2009

    […] komentar By rngangkasi Jadi tanamlah tanaman di sekitar untuk kehidupan sekarang dan masa depan yang lebih baik […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: