MENGGAGAS PROMOSI PARIWISATA KABUPATEN PURWOREJO MENGGUNAKAN AUDIO VIDEO BERBASIS INTERNET

19 Mar

Pengembangan sebuah daerah tujuan wisata dimulai dengan ide dan gagasan baru yang berkaitan dengan atraksi pelayanan, pemasaran dan promosi. Dalam proses pengembangannya dibutuhkan strategi pemasaran yang dapat menarik turis untuk datang. Pemasaran pariwisata lebih dari sekedar menjual tempat agar potensial untuk dikunjungi, termasuk keunikan apa yang diperoleh turis.

Esensi dari manajemen pemasaran pariwisata adalah bagaimana menarik konsumen potensial dari tempat asal menuju daerah tujuan. Konsep pariwisata mencakup masalah budaya, ekonomi, dan proses perubahan sosial (Lumsdon, 1997). Dalam konteks manajemen pemasaran, industri pariwisata menjadi kompleks dimana daerah yang sama sebagai daerah tujuan sekaligus sebagai tempat asal dimana masyarakatnya juga ter-generate untuk mengunjungi daerah tujuan lain.

Untuk lebih menarik minat wisatawan datang ke daerah tujuan wisata, maka diperlukan keunikan dari tempat wisata tersebut, bagaimana dengan tempat itu bila dibandingkan ongkos yang harus dikeluarkan dengan tempat lain sejenis; berkaitan dengan harga : juga bagaimana kemudahan aksesibilitas suatu daerah tujuan. Penyelarasan antara kebutuhan dan keinginan turis potensial dengan produk, harga, serta aksesibilitas; berkaitan dengan tempat : merupakan bagian utama dari pemasaran pariwisata, disamping promosi yang merupakan variabel tak terpisahkan dalam bauran pemasaran (Holloway, 2002).

Pariwisata pada dasarnya adalah aktivitas manusia (human activity) yang melakukan perjalanan dari tempat tinggal asalnya menuju ke tempat lain untuk tujuan kegiatan bisnis atau untuk liburan. Terdapat dua kutub yang berbeda disini, yang pertama adalah tempat asal yang di generating dan tempat yang dituju yang secara konseptual merupakan fungsi receiving

Dari buku Potensi Kabupaten Purworejo terbitan tahun 2002, ternyata kabupaten purworejo memiliki potensi pariwisata yang cukup membanggakan, yaitu : Wisata Pantai terdapat pantai Jatimalang, pantai pasir puncu dan pantai ketawang, Wisata Alam terdapat goa seplawan, air mancur curug muncar, Wisata Budaya terdapat Bedug Pendowo. dan masih banyak lagi

Bupati Purworejo, Bp. H. Kelik Sumrahadi, S.Sos, MM. ketika terpilih menjadi Bupatai Purworejo 2005-2010 pernah melontarkan wacana tentang pembangunan pariwisata religius, sebab di Purworejo banyak tempat peziarahan yang sangat potensial untuk wisata ini, seperti Bedug pendowo di Masjid Darul Muttaqin, yang merupakan bedug terbesar didunia, makam di desa Bulu, kecamatan Gebang, dimana ditempat itu banyak dimakamkan para ulama besar, termasuk bupati Purworejo pertama, juga makam kyai Imam Pura dikelurahan Baledono, serta gua seplawan (Kedaulatan Rakyat edisi Selasa 6 September 2005)

Namun demikian, potensi wisata yang dimiliki sampai saat ini belum dikelola secara optimal. Penyebabnya berbagai macam mulai dari terbatasnya sumberdaya manusia, minimnya permodalan yang merupakan elemen penting untuk menggerakkan usaha, kurangnya penguasaan teknologi informasi, maupun berbagai faktor lainnya. Apabila ditarik benang merah, maka berbagai macam faktor itu bermuara pada kurang dikenalinya potensi yang dimiliki, baik oleh masyarakatnya sendiri maupun oleh dunia luar.

Ada media promosi murah dan efektif yang bisa mempromosikan potensi wisata yang dimiliki, yaitu promosi melalui sistem informasi wisata dengan video berbasis internet, dengan media ini dimanapun orang berada dan ingin mengetahui tentang wisata purworejo bisa mengakses melalui internet. Kunci promosi pariwisata melalui internet, tidak hanya bergantung dari produk pariwisata yang bagus, tetapi juga bagaimana mengemas informasi yang di promosikan menarik dan marketable. Sehingga wisatawan tertarik dengan informasi yang disajikan.

Memahami dari apa yang dibutuhkan dan diinginkan wisatawan, maka ada beberapa cara mengemas informasi pariwisata, salah satunya, Informasi menggunakan internet dimana pada halaman utama web terdapat peta Kabupaten Purworejo terdiri dari 16 kecamatan beserta nama kecamatan dan batas wilayahnya, di dalam peta tersebut terdapat titik-titik tempat pariwisata lengkap dengan nama dan rute jalannya. Jika salah satu titik tempat pariwisata di klik maka akan muncul keterangan yang berhubungan dengan tempat pariwisata tersebut, beserta suara dan gambar video yang berisi rekaman objek pariwisata tersebut, misalkan di klik tempat pariwisata air mancur curug muncar, maka akan terlihat rekaman video tentang pemandangan alamnya yang indah, hawa yang sejuk, jika di klik pantai Jatimalang, maka dalam rekaman video tersebut disamping terlihat ombak yang bergulung-gulung, juga fasilitas-fasilitas yang dimiliki, misalkan rumah makan, tempat parkir, bungalow, dan lain sebagainya. Lain halnya jika yang diklik adalah Bedug Pendowo, disamping terlihat rekaman tentang bedug tersebut, beserta keterangannya yang meliputi sejarah, ukuran, bahan, penggunaan, artefak sejarahnya yang menakjubkan, juga terlihat gambar visual tentang arsitektur masjid dimana bedug tersebut berada, dan lingkungan sekitar masjid, terdiri dari alun-alun dan jalan raya dimana terdapat pedagang makanan dan minuman.

Dengan adanya gambar peta dan rute jalannya, maka wisatawan bisa menentukan sendiri tempat-tempat mana yang akan dikunjungi, disamping itu dengan adanya penyajian gambar berbentuk video akan memberikan gambaran yang lebih rinci tentang tempat yang akan dikunjungi. Sehingga dengan mengakses informasi wisata melalui internet, user diajak untuk berpetualang menjelajahi objek-objek wisata, dari wisata pantai, wisata gunung, wisata budaya dan lain sebagainya.

Promosi pariwisata dengan cara diatas sudah selayaknya untuk dilakukan, karena konsumen potensial tidak hanya dilihat apa yang dibutuhkan oleh mereka, tetapi juga perlu dipahami bagaimana produk yang ditawarkan bisa memuaskan mereka. Konsumen akan termotivasi untuk membeli hanya jika ada kesepadanan antara persepsi mereka mengenai kebutuhan dan persepsi mereka mengenai daerah tujuan yang menarik.

Jika promosi tersebut dapat direalisasikan, diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, dan meningkatkan penghasilan warga di sekitar lokasi wisata .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: