Arsip | Agustus, 2010

Mudik Idul Fitri, Cilacap-Purworejo-Jogja lewat JLS/Daendels (Jalur Lintas Selatan)

26 Agu

Tradisi mudik sudah menjadi agenda tiap tahun bagi perantau yang ada di  perantauan. Banyaknya perantau yang mudik mengakibatkan transportasi menjadi padat dan sering mengakibatkan macet, sehingga bisa merugikan bagi pemudik. Dapat dibayangkan jika terjadi kemacetan berjam-jam sehingga terlambat sampai tujuan, lebih parah lagi jika pada 1 syawal/sholat idul fitri masih di jalan. Bisa menanggis ketika mendengar takbir.

Untuk menghindari kemacetan, bisa dilakukan dengan menempuh jalur alternatif.Meskipun jarak tempuhnya yang cukup jauh dan kadang jalanya kurang bagus, namun jika arus lalu lintas lancar, maka itu lebih baik dari pada terjebak kemacetan.

Jalur selatan melalui Sampang/Cilacap –Purworejo-Jogja merupakan salah satu jalur yang padat dan sering macet ketika mudik, apalagi pada titik-titik tertentu khususnya di pasar tumpah dan perlintasan KA. Untuk menghindarinya pemudik bisa lewat jalur pantai selatan, yaitu lewat Adipala, Binangun, Nusawunggu, Pantai Ayah, Puring, Petanahan, Grabag sampai Jogja (Pantai Glagah,Bantul)

1. Adipala-Pantai Ayah

Jalur ini merupakan jalur yang paling enak untuk dilewati, karena disamping jalannya lebar, halus serta lurus di sertai hembusan angin pantai yang segar. Sebelum naik gunung di pantai Ayah, jika mau istirahat atau mengisi BBM, ada POM bensin di kanan jalan. Karena setelah itu sampai jogja tidak ada POM bensin (sepengetahuan penulis)

2. Pantai Ayah-Gunung Karang Bolong/Kebumen

Jalur ini yang perlu diwaspadai karena jalannya sempit, naik turun serta banyak tikungan tajam, harus waspada dan hati-hati lewat jalur ini. Namun di kiri kanan terlihat pemandangan yang indah. Tidak perlu khawatir karena di jalur tersebut cukup banyak pemukiman penduduk.

pada foto satelit, gambar jalan tidak nampak

3. Puring Petanahan

Setelah turun dari gunung maka akan melewati jalan yang mendatar, jalur ini agak sempit dan lewat persawahan dan pemukiman

4. Petanahan –Jogja

Ketika penulis lewat jalur  Petanahan – Grabag/Purworejo (Juni, 2010), jalannya sudah lebar, mulus namun kadang menemukan jalan yang kurang bagus dan ada beberapa titik yang masih di perbaiki. Sedangkan mulai Purwodadi sampai Jogja jalurnya sudah bagus dan lebar.

Jalur alternatif biasanya cukup lancar namun kadang jarang ditemukan rumah makan, Pom bensin maupun Minimarket, sehingga perlu perhitungan yang cukup matang/cermat untuk lewat jalur tersebut, apalagi jika malam hari.  Sebagai saran, bagi yang mau mengisi bekal sebelum lewat jalur ini bisa mampir di Minimarket di Adipala.

Sebelum Mudik, jelajahi kumpulan foto-foto  di sekitar  Jalur mudik

 

Purworejo- Kutoarjo : Idhul Fitri 1431 H, Pulang Mudik Bernostalgia Dengan Kuliner Tradisional

24 Agu

Pulang kampung merupakan tradisi tahunan menjelang lebaran Idhul Fitri, dengan suka cita dan harapan yang menggebu-ngebu agar setiap lebaran bisa mudik untuk bersilaturahmi  dengan keluarga dan sanak saudara di desanya. Kenangan masa lalu di kampung seakan menjadi magnet yang luar biasa bagi perantau, sehingga mudik menjadi “wajib” untuk di lakukan.

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah yang penduduknya banyak yang merantau di kota-kota besar, khususnya JABODETABEK. Banyak diantara perantau yang sudah berhasil dan menetap di kota besar. Namun demikian jika hari raya Idhul Fitri banyak diantara perantau yang pulang kampung.

Bertemu dengan keluarga dan sanak saudara meupakan tujuan utama para pemudik yang pulang kampung, selain itu akan lebih afdol dan jika dapat menikmati makanan/kuliner tradisional yang dulu sering di nikmati. Apalagi sejak di kota hampir tidak pernah menikmati makanan tersebut, karena tidak ada. Mungkin sudah sering makanan fast food, dan hampir tiap hari bosan dengan menu daging dan ikan.

Banyak makanan khas Purworejo yang sekarang masih ada dan di jual, tentunya itu tergantung daerahnya/kecamatan. Misalkan:

-          Tiwul ireng

-          Geplek/binggel

-          Clorot

-          Pecel

-          Gadungan

-          Jenang candil

-          Sengkolon

-          Tape ketan

-          Sagon

-          Dll

Makanan-makanan tersebut masih banyak di jual di pasar-pasar tradisional di kabupaten Purworejo

Timur pasar Kutoarjo, 2010 (by: ngangkasi)

Selain itu banyak makanan yang  cukup terkenal misalkan:

-          Sate winong

-          Bakso P.Marto, Kombi dll

-          Bebek goreng P Dargo

-          Dawet Butuh

-          Dll.

Bagi pemudik yang ingin bernostalgia dengan  kuliner tradisional tentunya bisa merencanakan dari sekarang sebelum mudik (mungkin bisa pesan ke saudaranya di kampung)agar nanti jika sudah di kampung bisa merasakan atau mempunyai waktu untuk mencarinya.

Utara pasar Kutoarjo, 2010 (by:ngangaksi)

Jika pemudik ingin lebih tahu makanan pembangkit nostalgia, cobalah jika di kampung berkunjung ke pasar-pasar tradisional yang dulunya sering dikunjungi, misalkan Pituruh, Kemiri, kutoarjo dll, tentunya akan menemukan banyak makanan khas yang harganya murah.

Selamat hari Raya Idhul Fitri 1431 H

Kutoarjo, Purworejo : Gunung Tugel terkenal apanya ???

23 Agu

Gunung Tugel jika di artikan dari namanya yaitu Gunung Patah. Menurut versi sejarah, konon ada  cerita bahwa Gunung Tugel puncaknya di panah oleh seorang pendekar, sehingga puncaknya tugel/terbelah. Sampai sekarang puncak gunung tugel masih terdapat bekas TUGELAN/patahan yang digunakan untuk jalan raya yang menghubungkan Kutoarjo dengan Bruno sampai Wonosobo.

Puncak gunung tugel terbelah jalan, 2010 (by:Ngangkasi)

Gunung Tugel berada di utara kota Kutoarjo dan berjarak sekitar 1 km dari pusat kota. Gunung Tugel cukup terkenal tidak hanya di daerah Purworejo, tapi sampai ke luar daerah. Namun bukan karena puncaknya yang Tugel, tapi sejak dulu Gunung Tugel di kenal sebagai tempat lokaliasi. Namun sampai sekarang kurang jelas apakah masih di gunakakan untuk lokalisasi atau tidak.

Dulu melewati Gunung tugel pada malam hari cukup menakutkan karena sepi serta di kiri kanan terdapat TPU dan Bong Cina, namun sekarang sudah mulai ramai karena di sekitar puncak sudah ada rumah penduduk.

Kutoarjo dilihat dari Gunung Tugel, 2010 (By: Ngangkasi)

Bagi pengendara kendaraan bermotor yang lewat Gunung Tugel harus cukup waspada karena di samping jalannya curam dan sempit, juga kadang ada momen/Operasi Kendaraan bermotor oleh Polisi.

Valentino Rossi Versi Jorge Lorenzo

23 Agu

By Ngangkasi

Kabar terbaru dari motor GP adalah perpindahan The Doctor dari Yamaha ke Ducati, meskipun ini akan terjadi tahun 2011, namun  membuat Posisi Valentino Rossi di Yamaha sudah mulai tersisih oleh rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Tahun 2011 menjadi tahun yang menarik karena akan terjadi duel antara Rossi dengan motor Ducati yang notabenenya sama-sama dari Italy dengan Lorenzo dengan Yamaha. Jika Tahun 2011 Rossi bisa menjadi pemenangnya, maka Rossi akan memecahkan rekor  Balapan dengan tiga motor yang berbeda yaitu Honda, Yamaha dan Ducati.

Apakah tahun 2011 Valentino Rossi tetap menjadi The Doctor…?

Gedung Bolong, Pasar Ikan Kutoarjo

23 Agu

Gedung Bolong, 2010 (by: Ngangkasi)

Jika kita mendengar istilah gedung bolong, tentulah terbayang suatu bangunan yang berlubang. Namun Gedung Bolong adalah suatu nama tempat di selatan pasar kutoarjo yang di gunakan untuk berjualan ikan air tawar dan ikan laut. Gedung Bolong merupakan suatu gang diantara 2 bagunan pecinan yang lebarnya kurang lebih 5 m dan panjangnya sekitar 200 m. sebenarnya jalan tersebut digunakan untuk jalan tembus dari Jl. MT haryono ke Jl. Tanjung Anom. Sehingga sering dilewati kendaraan roda 4.

Sejak lama Gedung bolong digunakan untuk berjaulan ikan, meskipun pemerintah daerah pernah memindahkan para pedangan ke pasar baru yaitu bekas pasar hewan di Jl. S. Parman, namun para pedagang banyak yang kembali ke gedung bolong dengan alasan di pasar baru sepi. Keberadaan para pedagang agak mengganggu pengendara mobil yang lewat jalan tersebut, apalagi jika ramai pembelinya.

Meskipun di Kutoarjo ada pasar khusus ikan, namun karena letaknya di dalam, maka banyak calon pembeli yang memilih belanja ikan di gedung Bolong.

Galeri Foto KUTOARJO

19 Agu

Pasar Kutoarjo, 2010 (by: Ngangkasi)

Jl. P. Diponegoro, depan Pelangi/Bakso P. H. Sukar, 2010 (By: Ngangkasi)

Terminal Kutoarjo/ BRI, 2010 (By: Ngangkasi)

SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN LUAR NEGER TINGKAT SARJANA (GOLONGAN III) DAN DIPLOMA 3 (GOLONGAN II) TAHUN ANGGARAN 2010

12 Agu

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita  yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan II untuk dididik menjadi Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN) dan untuk mengisi posisi Dokter

info lengkap : http://www.deplu.go.id/Pages/Career.aspx?IDP=2&l=id

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.